Rimba Memburu Senala
Lelaki berpakaian ungu itu bahkan merapatkan ujung pakaiannya yang terbuka untuk menghalau dingin yang menyelusup tubuh.
Merasa tidak ada yang ganjil dari Baramundi, Mamak Jambul kembali menikmati suasana hujan deras. Matanya sesekali memejam sedang cuping hidungnya kembang kempis menghirup udara dingin yang meliputi. Mamak Jambul begitu menikmati hujan selayaknya seorang pengrajin puisi yang hobi dengan rintik, petrakor, kenangan, basah, gelisah, terpisah, aroma dan ribuan kosakata lain untuk mewujudkan hujan dalam versi puisi.
Hot Chapters