Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Rahasia untuk Kakak Ipar

Istri Rahasia untuk Kakak Ipar

Ia tak ingin membuang waktu lagi. Hujan masih turun membasahi bumi. Menemani malam dalam pekatnya kabut yang samar.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
SEDIKIT LAGI, SAYANG!

SEDIKIT LAGI, SAYANG!

Tubuhnya gemetar, napasnya tak beraturan. “Aku nggak mau kamu makin sakit…,” lanjutnya dengan suara pecah. “Aku nggak mau… cukup ini. Ini udah nyakitin semuanya. Aku nggak mau lagi, Nath…,” ucapnya putus asa.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Sagita menyunggingkan senyum termanisnya. "Oh tentu. Kami sangat senang jika ada pendatang baru. Cuman ya itu, tidak jarang banyak pendatang baru yang bingung seperti kalian ini. Nyasar, tidak sampai ke tempat tujuan. Maklumlah, di sini sinyal juga kadang susah. Apalagi kondisi hujan deras begini. Tapi kalian jangan menyalahkan hujan ya. Bagaimanapun, hujan itu rezeki dari Tuhan." Keduanya hanya mengangguk. Mereka memang tidak pernah menyalahkan hujan. Hujan deras yang turun mengguyur tempat itu memang sudah sewajarnya turun.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

“Kau tahu pelangi yang datang setelah hujan?” Gadis itu mengangguk pelan. “Bukankah semakin deras hujan yang datang, maka akan semakin indah pula pelangi yang tercipta? Saat ini kau sedang berada di fase hujan. Aku yakin pelangimu akan segera tiba. Tunggu sebentar lagi.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Bulan di Darah Awan

Bulan di Darah Awan

Aku share ya. Zihan: Oh ya, kasih tahu mereka di sini ada Shadox. Aku gak ingin ada yang kena getah lagi. Riris: Oh iya. Aku ingatkan juga deh. Makasih Zih. Zihan: Sama-sama Ris. Kenapa- jam 11. Hujan juga masih berlangsung. Ini termasuk lama, dan suaranya jauh lebih keras dari biasanya. Sepertinya sangat lebat. Notifikasi berhamburan dari grup angkatan.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

sahut Irene “Hujannya akan lama sepertinya,” “Mas masuk, jangan berdiri di tengah hujan. Nanti aku di marahi sama baby twins karena Dady nya di bawah air hujan.”Rangga mengangguk kemudian duduk bersebelahan dengan sang istri di sebelahnya itu. “Alat pendeteksi cuaca benar-benar enggak berguna bagaimana bisa pemerintah membuat ramalan cuaca yang seperti ini,”omel Rangga
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Iyain aja, aku lagi patah hati nih. Air langit menetes satu, dua, tiga, seratus, seribu. Hujan telah turun dan itulah jawabannya. Aku basah dan kedinginan, iyalah Alana dodol kamu nggak pakai payung. Tandanya aku harus melupakannya dan mengambil payung atau setidaknya berteduh. Agar hujan ini tak makin dingin dan menyakitkan. “Mbak, mari pulang?” ajak Om Paupau sambil memayungiku. Aku menangis keras sambil menatap ajudan ayah itu.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Dark Circle

Dark Circle

Berteduh lebih jauh agar bajunya tak terkena cipratan air dari langit itu. Bip... Bip... Bunyi handphone Jingga berdering. Sebuah pesan masuk. Jingga membukanya dengan antusias. Dari Arga. "Sorry. Aku nggak bisa dateng. Disini hujan deres banget. Kamu nggak nunggu lama kan?" Kaki Jingga terasa lemas membaca pesan dari Arga itu. Berulang kali hal ini terjadi.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai hujan hujan datang lagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status