Mendadak Punya Cucu
"Sayang, dengar dulu. Kami lakuin ini juga demi menjaga perasaan kamu—"
"Enggak, Om Ilham pasti bohong. Om juga bohong kalau selama ini percaya sama aku. Om gak pernah mempercayai aku. Gak ada yang percaya aku, semua orang selalu bilang aku pembohong. Aku penggoda, aku murahan, aku hina, aku ...." Runtuh sudah pertahanannya kala itu.
Butiran bening itu kini seolah berbondong-bondong minta dikeluarkan. Segala perasaan yang ia tahan atas segala caci maki yang pernah Kalila terima, kini lepas sudah.