Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Namun, wanita yang dia cintai telah tewas dalam kobaran api istana itu. Tanduk terompet berbunyi di atas perkemahan, memberi isyarat kepada pasukan untuk berkumpul. Hari ini adalah pertempuran terakhir yang menentukan antara pasukan barat laut dan orang-orang Hulu. Orang-orang Hulu telah dikalahkan sepenuhnya, dia sudah tahu kemenangan sudah di depan mata. Dia bahkan telah menyiapkan laporan kemenangan dan sebuah surat yang meminta ijin untuk kembali ke ibu kota, hanya tinggal menunggu orang-orang Hulu menyerah.
984.6K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

Bab 59 – Dunia Tanpa Aurora Tiga bulan telah berlalu sejak langit terakhir kali terbakar cahaya biru. Dunia masih dalam tahap bangkit dari luka yang dalam, mencoba menata ulang sistem, memulihkan sinyal, dan menafsirkan makna dari keheningan pasca-kebangkitan Noesis. Banyak yang percaya akhir telah datang hari itu. Tapi mereka yang selamat tahu—akhir yang sebenarnya bukan kehancuran, melainkan permulaan yang baru.
991 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Arka membalik layar ke mereka. Sebuah badai raksasa sedang membentuk spiral langsung di atas koordinat markas NURANI. Damar memeluk Dewi erat. “Alam sendiri… datang mencarimu.” Bumi bergetar. Angin meraung. Dan pesan terakhir muncul di layar: “WAKTUMU TINGGAL 14 JAM.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
JEJAK HITAM SANG PENGUASA AKHIR

JEJAK HITAM SANG PENGUASA AKHIR

Buku itu melayang perlahan ke udara, sebelum tiba-tiba mulai retak seperti kaca yang pecah. CRACK! CRACK! Liu Qingxue menahan napas. “Buku Kematian…!” Dengan satu suara dentuman keras, Buku Kematian hancur menjadi ribuan kepingan cahaya. Energi gelap yang selama ini mengancam dunia akhirnya menghilang. Mereka semua menatap pemandangan itu dengan takjub. Penjaga Kuil Jiwa Terakhir mengangguk puas. “Kau telah melewati ujianmu, Mo Tian. Kini, dunia tidak perlu takut akan kehadiran Dewa Kematian. Tapi…”
3.8K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Divine Power

Divine Power

“Jika dia menghilang, mungkin ada alasan mengapa jejaknya dihapus dari sejarah. Kita harus mencari tahu di mana dia terakhir terlihat.” Lira membalik halaman dan menemukan petunjuk lain. “Ada satu tempat yang disebut Kuil Tanpa Waktu. Legenda mengatakan bahwa di sanalah Sang Perantara terakhir kali terlihat sebelum dia menghilang.” Daren merasakan jantungnya berdebar lebih kencang. Entah kenapa, nama itu terasa akrab. “Di mana kuil itu?” Lira menunjuk ke peta kuno yang ada di halaman berikutnya. “Di ujung barat, melewati Hutan Kelam.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Bukan Suar, melainkan serpih kesadarannya—apa yang disebut Pantulan Asli. “Kenapa kau menarikku ke tempat ini?” tanya Hara. Suara dan keberaniannya nyaris tak terdengar dalam kekosongan. Figur itu menatapnya dengan sorot yang tak mengenal waktu. “Kau memegang bagian yang hilang. Maka, waktumu tiba untuk tahu.” Lalu sang figur menyentuhkan jemarinya ke dahi Hara. --- Hara melihat dunia terbelah dalam warna—langit perunggu, tanah bernapas, dan suara mengalun dari setiap batu dan pohon.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

"Sesuai kesepakatan, kau akan pergi dari kota ini. Jika aku melihat wajahmu lagi, aku tidak akan segan-segan menghabisimu." Satrio menggertakkan giginya, tapi ia tahu bahwa ia tidak punya pilihan lain. Dengan sisa tenaganya, ia berdiri perlahan, menatap Rangga untuk terakhir kalinya. "Jangan pikir ini sudah berakhir." Lalu, tanpa berkata lagi, ia berjalan keluar dari bar dengan tubuh penuh luka dan harga diri yang hancur. * KEPERCAYAAN ALEX
914 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Dan satu-satunya yang menahan gerbang tetap tertutup adalah empat paku: paku darah, paku waktu, paku bayangan… dan paku daging.” Raka merasa tenggorokannya tercekat. “Dan sekarang... berapa yang tersisa?” Ranu menatap ke arah lantai. “Tinggal satu. Paku daging.” Raka mulai memahami arah percakapan ini. Dan ia tak suka ke mana itu menuju. “Kau adalah paku terakhir, Raka.” Ia menelan ludah. “Aku? Kenapa aku?”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

"Yang, nanti malam ada waktu nggak?" "Kenapa? mau shopping lagi dengan teman sosialita kamu?" "Nggak, cuma tanya aja." "Aku ada waktu nanti malam. Aku akan pulang cepat hari ini." "Oh ya? kita makan malam yu, udah lama kita tidak diner romantisan." Humaira selalu membuat Dimas klepek-klepek dengan rayuan mautnya. "Ok Sayang. Aku berangakat dulu. Nanti kamu share aja lokasinya."
103.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
Jatuh Cinta Dengan Ranjang Presiden

Jatuh Cinta Dengan Ranjang Presiden

*** Mohon maaf Aku belum sembuh jadi hanya update satu Bab hari ini. Izin promosi karya baru: Judul: Raja Angkasa Manusia sadar akan evolusi di akhir zaman dengan menyebarnya virus ke seluruh dunia! Akan nada berbagai jenis manusia di alam semesta yang luas ini! Kultivator dengan kemampuan perang luar biasa berusaha untuk mendominasi dunia! Memiliki pendirian yang kuat sebagai orang hebat! Suatu hari di tahun 2200, yang pertama kali dilihat oleh manusia saat mendarat di Neptunus adalah sebuah pedang perang dan mayat yang berdiri tegak!
106.7K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as huru hara akhir zaman
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status