Di Ujung Senja
Edo bergegas bangkit, meninju tembok dengan kasar, sampai Arra refleks langsung bangun dan menarik Edo ke dalam pelukannya.
Edo sedang sangat emosi, ia tahu betul itu. Dielusnya kepala Edo dengan lembut, didekapnya tubuh itu erat-erat. Ia tahu, hari ini adalah kesempatan terakhir mereka, esok pagi adalah hari yang Redita janjikan kepada Aldo bukan? Jadi mereka sudah tidak punya waktu banyak lagi.
“Pergilah dulu, biar aku yang ke Solo menemuinya, jangan khawatir.” Bisik Arra lirih sambil terus menerus mengelus kepala tunangannya itu.