Here are 28 novels related to huruf ain for you to read online. Generally, huruf ain or similar novel stories can be found in various book genres such as Fantasi, Romansa and Rumah Tangga. Start your reading from Aksara at GoodNovel!
Desis Aksara begitu memancarkan aura amarahnya yang bisa meledak kapan saja.
"Boleh, asal gue main sama dia dulu"
BRUGH!
BUGH!
"Jaga omongan lo, bajingan!"
Di atasnya tertulis nama Alfi, dengan tulisan tangan yang sangat familiar.
Ain membuka amplop itu dengan cepat, merasa jantungnya berdegup lebih cepat. Di dalamnya ada sebuah surat yang terlihat sangat sederhana, namun entah mengapa surat itu terasa seperti beban yang berat. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Ain membuka surat tersebut dan mulai membaca isinya.
Ain,
Ya, ibu sambungnya begitu telaten mengajarinya dan juga menemaninya bermain.
"Kalau ini huruf apa, Sayang?" tanya Hana kembali, kali ini menggambar huruf V.
"Ve"
"Pinteeer," timpal Hana lagi. Ia merasa gemas sekali melihat wajah polos Alvaro.
"Lanjut lagi ya, ini huruf apa, Sayang?" Hana kembali menuliskan huruf A.
"A lagiii."
9.7217.7K viewsOngoingAdded to Library 8.7K Times as huruf ain
Dia sudah mengingatkan sesuatu pada Aida saat mereka sudah berbaring di tempat tidur lagi.
“Yang ketiga.”
“Hm. Anak ketiga ini, dia dari sel telur yang berbeda dan dia perempuan. Kamu bisa memberi namanya Aini, ya, Ai."
"Aini?"
“Iya, Aini. Karena biasanya aku memanggilmu dengan sebutan Ai. Ayahku juga memanggil ibuku dengan sebutan Ai. Sedangkan Aini sendiri artinya adalah yang bermata jeli. Dia adalah sebutan untuk Bidadari. Sesuatu yang cantik. Dan kamu adalah bidadariku yang melahirkan anak perempuanku yang sangat cantik. Jadi dia pasti akan secantik dirimu dan Aini kalau dia sudah besar, kamu pasti bangga melihatnya tumbuh. Kamu pasti akan sangat senang sekali melihat budi pekertinya, Ai
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
ucap Arian makin membuatku bertanya-tanya.
"Sya kamu Pak Fatih mulu. Kita ngga ditanya?,"tanya Airin hadir bersama Hilda. Akh iya aku merindukan keduanya. Tapi bukan mereka yang ku cari. "Sudah Rafsya. Istirahat yang tenang gitu loh. Baru juga sembuh. Nanti Fatih datang,"ucap Aini terdengar aneh. Biasanya dia memanggil nya Nak atau Kak. Kali ini memanggilnya Fatih saja. Tidak aneh hanya saja terdengar lebih dingin. Ada apa ini?
-&-
Atau emang mengantar kue pesanan?
[Nur Ainun Jamilah, nama yang berarti mata yang bercahaya dan cantik. Matamu yang indah itu jangan sampai basah oleh air mata kesedihan. Meskipun dia akan selalu indah, tetapi keindahannya tidak sama ketika mata itu memancarkan binar kebahagiaan.]
Setelah itu tidak ada pesan lagi. Bukannya terhibur, Ainun justru kembali menitikkan air mata. Namun, kali ini berbeda karena air mata itu terasa sejuk yang menggambarkan kebahagiaan.
Hafiz tampak terdiam, sementara Ayna merasa seluruh tubuhnya mematung.
"Sorry," suara Hafiz terdengar pelan namun jelas, memecah keheningan sesaat di antara mereka.
Ayna tersadar dan segera berjongkok, berusaha mengambil pensil dan rautannya yang tercecer. Di bibirnya, tanpa sadar, ia melafalkan sebuah do'a yang jarang terdengar.
"A'udhu bir-rahmani minka in kunta taqiyyan."
Ia, sang raja muda yang terbiasa menerima sanjungan karena kecerdasannya, malam itu justru menemukan dirinya kagum pada kegigihan seorang asing yang penuh teka-teki.
“Ini… a-ka-ra…” suara Alesha terdengar pelan, terbata, sambil menunjuk huruf yang baru saja ia goreskan. Tangannya sedikit gemetar, tapi senyumnya merekah kecil.
Arya mengangguk. “Śatyam. Iṅih akṣara ka.” (Benar. Ini huruf ka.)
Nada suaranya rendah, berwibawa, tapi bibirnya terangkat tipis seolah menahan senyum.