Air Mata Aruna
Dan Aruna yang mendengar ketukan dari daun pintunya menoleh ke arah ketukan itu, lalu berkata pada temannya yang masih berbicara di ujung telepon, “Tunggu ya Sar...”
“Ya Arim, kamu mau kemana?” tanya Aruna melihat adiknya yang telah bersiap-siap keluar rumah.
“Mau kumpul sama teman-teman, pamit dulu yaa ka..,” ucap Arimbi sambil mencium tangan Aruna.
“Ingat! Jangan malam pulangnya, dan kalau di telepon, angkat.. Ok!”
Arimbi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu kembali ia berbicara pada rekannya, “Hello..., Sar.”