Jurnal Sang Dokter
Setelah kasus itu selesai, aku begitu benci dengan Mareno, seharusnya dia berusaha menyelamatkan bayinya, bukan menuruti semua yang orang tuaku inginkan.
Aku menjalani hari hariku dengan penyesalan dan rasa bersalah yang luar biasa. Aku bisa sedikit bernafas ketika bertemu dengan seorang pria yang menjadi suamiku. Aku berusaha melupakan semuanya, menjalani hari hari baru, tanpa menoleh kebelakang.
Sayang, aku harus menghadapi hal yang aku takutkan, kembali ke tempat ini, mendapati ada sebuah IUD di rahimku, membuat pernikahan kedua saya nyaris gagal.