Kembalinya Sang Raja Naga
Angin menusuk tulang, membawa bisikan-bisikan aneh yang membuat Darrel menggigil, bukan karena hawa dingin, tetapi firasat buruk.
“Sudah sejauh mana kita, Cilera?” tanya Darrel sambil terus berjalan di belakang Cilera.
Cilera menoleh ke arahnya, wajahnya terlihat tegas. “Tidak jauh lagi. Lembah Bayangan ada di balik tebing batu itu.” Ia menunjuk ke depan, ke arah tebing yang menjulang dengan celah sempit. “Tapi Darrel, kau harus bersiap. Setelah ini, perjalanan akan lebih sulit.”