Petani Terkuat
Wajahnya cantik, tenang, dan sulit ditebak.
Senyum tipis muncul di bibirnya, cukup lembut untuk menenangkan orang biasa, namun cukup tajam untuk membuat orang sadar bahwa ia bukan wanita sembarangan.
“Namaku Andini,” jawabnya. “Pebisnis yang cukup sukses.”
“Pebisnis?” Susi mengulang pelan.
Pandangan Susi turun sebentar ke pakaian Andini yang bersih dan elegan, lalu ke lima pria berbadan tegap yang berdiri di sekitar mereka.