IPRIT
Iblis tengkorak berkelit ke samping, Macan Sancang hanya mendapati tempat kosong.
"Sialan, ilmunya tinggi juga," gumam Macan Sancang.
Para penonton melihat dengan tegang. Ilmu yang mereka miliki rasanya cukup berimbang. Penonton tegang menyaksikan pemandangan di hadapannya.
Perlahan-lahan Macan Sancang berubah. Dia berdiri dengan tangan dan kakinya, persis binatang berkaki empat. Mulutnya komat-kamit, perlahan-lahan bulu-bulu halus tumbuh. Mula-mula sedikit lama-lama bertambah tebal. Mukanya berubah menjadi macan.
Hot Chapters