Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten
“Kenapa Jun ngebet banget sama kamu, sih? Sampe berani bayar mahal. Apa kamu menyimpan rahasia tentangnya? Atau gimana? Jujurly, aku tuh masih nggak habis pikir aja. Sampe sahabatnya dateng nemui aku, cuman buat nge-loby kamu.”
Irene melirik pada Aldi, lalu ia menggeleng. “Aku juga sama, nggak habis pikir. Kalau dipikir-pikir, buat apa coba ngeluarin duit gede hanya untuk ….” Irene menengok ke kanan dan ke kiri. Kemudian dia mencondongkan tubuhnya, mendekat kepada Aldi. “… phone sex,” imbuhnya.
“Kenapa dia nggak sewa aja langsung gitu. Coba, deh, dari sudut pandang cowok. Kamu lebih milih mana? Live action atau sekedar komunikasi di telepon?” tanya Irene.
Hot Chapters