Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya
“Untuk sementara, cairan infus ini akan membantu, Bu. Karena pergelangan tangannya sangat kurus, cuku susah untuk menusukkan jarum infusnya. Selalu keluar dari kulitnya, sehingga terpaksa kami memakai jarum untuk anak-anak.”
Pantas cairan infus yang berjalan lambat dari kantungnya. Tak terasa air mataku meleleh lagi. Putriku sudah dewasa, tapi dia harus memakai jarum infus anak-anak. Dia tak ubahnya seperti bayi yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.
“Tapi dia tak ada penyakit serius, kan, Dok?”
Hot Chapters