AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!
Aku hanya bisa menghela napas, rupanya kebenciannya padaku benar-benar sudah menutup pintu hatinya, walau untuk sekedar mendengar sesuatu yang benar.
"Tuh kan gak bisa jawab, karena kamu itu memang gak bisa baik sama kami. Kamu itu maunya menguasai semua hartanya Anam, rumah, gaji semuanya kamu yang kuasai," tuduhnya sembarangan.
"Ya iyalah, Mbak. Aku kan istrinya, kalau gak diberikan padaku, mau diberikan pada siapa? Mangkanya cepetan nikah biar tahu bagaimana rasanya gaji suami. Ups!" Aku menutup mulut karena keceplosan, sungguh aku benar-benar menyesal karena tak bermaksud berbicara seperti itu.
Hot Chapters