TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
“Mama tau, dia salah satu teman kencan, Inem, Ma. Kurang ajar nggak, sich.”
Mama beristighfar berkali-kali, menyadari bahwa otak dari penabrakan ini adalah seorang Inem. Wanita yang begitu ambisius, yang rela berakting lugu demi mendapatkan suamiku itu. Gila!
Hmmm! Kena kamu, Nem! Jadi kamu bayar si penabrak itu dengan vaginamu! Brengsekk! menjijikkan! Nggak akan ada ampun lagi untuk kamu, Nem! Aku akan jebloskan kamu ke penjara paling dasar, paling gelap dan nggak akan pernah bisa kembali lagi ke dunia bebas! Argghhh! Tega Mamaku sendiri kamu jadikan korban kepuasan nafsu kamu sendiri.