Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sweet Enemy

Sweet Enemy

puji Dixon mencoba membuat hati Ainsley gembira, agar tidak mudah marah saat Dixon melanjutkan kalimatnya nanti. "Ainsley, dokter Louis bilang dia masih butuh memeriksamu. Kau mungkin terlihat baik-baik saja tapi tidak ada yang tahu apakah ada dampak lain atau tidak setelah kau mengalami syok itu. Jadi jangan terburu-buru. Pelatihan membutuhkan ketenangan dan mental yang benar-benar siap. Jangan karena kau ingin balas dendam lalu kau tergesa-gesa ingin mempelajari bela diri." Dixon berujar panjang.
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 700 kali sebagai insanity sans
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Annisaa
Dari kemarin mau review gak sempat😭 ceritanya bagus, menarik gak bikin bosan kak 😅 aku suka bangett, btw Dixon nyebelin bgt tp nyebelinnya bikin gemesh ahahah😂 sumpah mereka menggemaskan bgtt 😭😍😍 Semangatt ya thorr nulisnya ❣️
Bae Rhein
Dan buat bab selanjutnya aku bisa ngeliat mungkin Ainsley bakal melow yah inget traumanya dan dixon bakal ngerasa bersalah.. Bab depan kayaknya bakal mulai sad nih 😭😭😭 semangat terus kakkk elpit💛💛
Baca Semua Ulasan
Kesendirian

Kesendirian

“Tanya apa, pak?” “Nak, kenapa hari-hari ini terlihat murung sekali?” “Murung?? Saya kelihatan nampak murung ya, pak?” “Enggak ada masalah, pak. Saya hanya termenung sebentar saja.” “Yakin? Nak, tidak ada masalah?" Merenung berlama-lama tidak baik, nak!"
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Iya. Konsisten.” “Kamu nggak kesel?” Selin diam sebentar. “Enggak.” Itu jawaban paling aman. Malamnya kamar terasa sunyi. Selin duduk di kasur, buka galeri ponselnya. Scroll pelan. Lalu dia buka foto waktu di rumah sakit. Tanpa sengaja terekam oleh Dika. Wajah Rendra terlihat panik. Matanya jelas khawatir.
10797 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Dari ruang kerja itu. Aku mendekat ke pintu dan mengintip melalui celahnya. Pemandangan di dalam membuatku ingin berteriak. Selena duduk di pangkuan Reyhan, membuka kancing gaunnya. "Reyhan," bisiknya manja. "Sakit sekali. Air susuku sudah keluar tapi tidak ada bayi untuk menyusu. Maukah kamu … membantuku?" "Selena, jangan." Suara Reyhan terdengar tegang. "Kamu masih dalam masa pemulihan."
25.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Ikatan Tanpa Pilihan

Ikatan Tanpa Pilihan

Rain yakin wine yang tadi dia minum sudah dicampur dengan obat, itulah kenapa dia bisa seperti ini. Sementara Grace yang tidak menyadari fakta bahwa Rain sedang dalam pengaruh obat malah bersikap keras kepala dan tidak mendengarkan perkataan Rain yang memintanya untuk pergi. “Aku hanya ingin membantumu,” ujar Grace lirih. Dia sedikit merasa sedih dengan sikap Rain yang terkesan dingin. Grace tidak bisa berpikir rasional saat ini, mungkin karena pengaruh wine yang dia minum. Jika Grace dalam keadaan sadar sepenuhnya, dia pasti akan menghindari Rain dan meninggalkan lelaki itu sendirian.
669 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Suara Adam terdengar berat, karena emosi yang coba ditahannya. Sandi melihat tatapan mata Adam, merasa merinding. Ia sama sekali tidak menduga, jika Adam yang terlihat polos di permukaan, bisa terlihat mengerikan seperti ini. Pemuda ini, seperti seseorang yang siap mengamuk kapan saja. Membandingkan antara fisiknya dengan fisik Adam, Sandi jelas merasa inferior. Jika mereka harus bertarung di sana, Sandi pasti akan kalah. Adam lebih tinggi dan berotot ketimbang Sandi yang bertubuh sedikit gempal.
9.1171.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
SANG INDIGO

SANG INDIGO

Maka dari itu Sarah dalam bahaya jika mengetahuinya. “Aku ke dalam duluan ya!’ ucapnya mencari alasan. Sarah mengangguk. “Baiklah. Aku akan diam di sini sebentar lagi.” Luna mengikuti sosok tersebut. Sebagai seorang indigo dia bisa merasakan sosok meskipun dari jauh. Kemampuan ini memang baru disadarinya tidak lama. Perasaannya tidak tenang. Dia merasakan bahwa sosok tersebut akan membawa sesuatu yang besar di kemudian hari. Dia merasakan bahwa sosok tersebut adalah sesuatu yang jahat.
1043.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai insanity sans
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Rainfall
Halo semua, autor di sini. maaf banget sempet lama hiatus. sebenernya ada alasan kenapa hiatus lama. ada kejadian janggal ketika autor nulis sang indigo ini. salah satunya ketika lagi nulis ada yang nendang kursi sampe jatoh padahal autor di rumah lagi sendiri. sekarang aku bakal coba nulis lg ...
Renti Sucia
Bagus banget ceritanya. Kasian Luna, diperlakukan begitu buruk karena punya kemampuan bisa lihat makhluk halus. Bener kayaknya, ya, punya kemampuan begitu itu nggak selalu menyenangkan sprti di film2.
Baca Semua Ulasan
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

“Sans! Dari mana kamu memiliki kepercayaan diri untuk mengatakan bahwa kamu lebih layak mendapatkan Soraya?” Zheng memelototi Sans. Wajah Sans mulai tertekan, dan dia mengambil sebotol bir dan membantingnya ke lantai. Dalam sekejap, pecahan botol bir dan alkohol terciprat ke mana-mana. Zheng ketakutan dengan kejutan yang tiba-tiba ini, dan tubuhnya bergetar tanpa sadar, ketika dia bereaksi, dia merasa terlalu malu dan wajahnya tiba-tiba menjadi masam.
9656.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.6K kali sebagai insanity sans
Tampilkan Ulasan (82)
Baca
+Pustaka
Skyy
Mohon maaf, untuk masalah koin, saya tidak tahu menahu soal itu. Karena untuk perhitungan koin, itu sudah peraturan dari sistem aplikasinya, ya^^ Jadi, saya tidak bisa mengatur harga koinnya, saya mohon maaf sekali lagi, happy reading^^
herlambang
hebat Thor menulis cerita 2bab cuman 6minit dengan koin 14 untuk satu bab kalu 2bab berarti koinnya 28..cuman buat 6 minit ngak ada jaminan kembalian langsung wah hebat yah..kek anying apa..Thor koin ngak sesuai dengan pendeknya cerita..
Baca Semua Ulasan
TITISAN

TITISAN

Wanita itu tidak melanjutkan, kedua tangannya menangkup wajah dan mulai terisak. Cukup lama wanita berusia tiga puluhan itu bergeming. Tiba-tiba, isak tangisnya perlahan berubah menjadi kekehan, kemudian dilanjut oleh tawa cekikikan. Tubuhnya mulai meliuk-liuk seperti sinden yang sedang menari, seringai aneh ia lukis di bibir yang pucat. Matanya mendelik, memindai setiap orang satu demi satu. Tidak ada yang berani mendekati wanita yang sedang bertingkah aneh itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Enigmasif

Enigmasif

Mengambil gambar yang menurut Thalia sangat menggangu. Namun lelaki itu masih enggan menjawab. Usai berkata saja, ia terdiam sembari menunggu Thalia bergumam kembali. Bila saja laki-laki itu tak menyebalkan, pasti Thalia menyukainya. Lihat saja, kali ini gadis itu hampir terhipnotis dengan pesona lelaki tersebut. "Masih belum paham apa kesalahanmu? Kamu yang seenaknya saja memotret orang tanpa meminta izin orangnya," jelas Thalia. Ia tak tahan untuk menyampaikan rasa gondoknya pada lelaki ini.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status