Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

"Bukan, maksudku selain Isabelle." "Tidak, Jane hanya memiliki Isabelle," jawab Marthe. Jantung Ayers berdegup kencang setelahnya. 'Benarkah yang kulihat itu hantu?' Pikir Ayers. Ayers menggeleng keras. Ia yakin gadis itu bukan hantu seperti yang ada di pikirannya. Tidak ada hantu di dunia ini. Tapi, tidak mungkin juga Ayers berhalusinasi. Ia masih waras untuk tidak menciptakan bayang-bayang gadis cantik sementara di sekitarnya banyak yang nyata.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Sang Genius

Sang Genius

jawab Shakira (Ara). Reyhan hanya tertawa mendengar nada perintah dari Shakira. Gadis cantik namun galak yang menjadi sahabat dekatnya itu memang selalu seperti itu. Tidak ada sisi feminimnya sama sekali, apalagi sisi manja seperti gadis pada umumnya. "Latihan kan hari ini?" tanya Reyhan. "Hem." "Ok."
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Kedua tangan Siska berusaha meraih benda-benda di sekitar dan membantingnya. Suara pecahan porselen beradu dengan lantai, diikuti benda lain yang melayang dan membuat seisi ruangan porak poranda. Siska bagai kesetanan, luka karena kehilangan sang ayah masih basah di hatinya, belum lagi kata-kata Mariana yang membuat dirinya bagai tak bermuka di hadapan wanita itu. Semua menari dalam benak, mengaduk emosi yang kini semakin membuatnya panas.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Sementara di sisi lain, Mas Risam tetap diam dengan wajah yang teramat kaku, membiarkan pengumuman itu menjadi bola panas yang membakar siapa pun di ruangan tersebut. "Kenapa kamu mempermasalahkan status, Nindia? Kamu lupa jika suamimu dahulu hanya seorang OB di perusahaan? Jika saja tidak karena bantuan suami saya, suamimu tidak akan menjadi seperti sekarang." Suara Ibu mertua Mbak Aiza tenang, namun setiap katanya memiliki bobot yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri siapa pun yang mendengarnya. Kalimat itu seketika membungkam bibir Bibi Nindia. Ia tertunduk, wajahnya memerah, dan tak lagi berani mengeluarkan sepatah kata pun. Ruang tamu yang tadi terasa penuh dengan bisik-bisik ketidaksu
550 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Ganjaran Nafsu

Ganjaran Nafsu

Para dokter menggunakan beberapa alat aneh untuk memeriksa tubuhku, dan akhirnya memasukkanku ke dalam sebuah kotak besar. Setelah beberapa saat, aku diantar ke sebuah ruangan putih. “Dokter, bagaimana keadaannya?” tanya orang yang menyelamatkanku dari kebakaran. Dokter berjubah putih menjawab, “Kondisi pasien ini agak aneh, dia terlihat normal, tapi dia nggak punya karakteristik yang seharusnya dimiliki oleh seorang manusia.” “Apa maksudmu?”
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

Status Tim: Li Lan: Berhasil menghapus 60% kode Fail-safe; menderita amnesia emosional; fungsi kognitif tidak stabil. Marcus: Terputus dari sistem pangkalan; tidak sadarkan diri dengan luka bakar listrik di seluruh tubuh Shen Long: Mengalami kelelahan struktural berat setelah prosedur resonansi; kristal obsidiannya berubah warna menjadi abu-abu kusam.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Tanpa Status

Tanpa Status

seru Jessica tiba-tiba ketika melihat sticker di belakang handphone Nico. "Oh, ini?" Nico memperlihatkan sticker itu, "Ya, lumayan suka, aku suka beberapa anime terkenal dulu." "Aku juga suka!" kata Jessica dengan semangatnya, "tapi aku paling suka bleach, cuma aku benci ending-nya. Kenapa si rambut jeruk menikah dengan si big boob?" Nico cuma bisa menahan tawanya melihat ekspresi Jessica saat ini. Wanita yang selalu tampak anggun itu kini terlihat lebih manis dengan sifat kekanak-kanakannya.
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Sekaligus sebagai penghilang kantuk. Hingga lewat tengah malam, tidak terjadi apa-apa. Namun tiba-tiba Zimat menyuruh Safawi menyiapkan beras dan kunyit yang diparut. Ia tampak panik dan meminta Safawi melakukannya dengan cepat.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Simfoni Tanpa Nada

Simfoni Tanpa Nada

Wisanggeni berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “Saat memainkan Simfoni No. 9., dia mendengar suara-suara yang tidak seharusnya ada—bisikan-bisikan yang berbicara kepadanya.” Aditya dan Saras saling bertukar pandang. “Kau yakin dia tidak sedang berhalusinasi atau kelelahan gara-gara memainkan biolanya?” lanjut Aditya ” atau dia memiliki riawayat penyakit yang dapat membuat seseorang berhalusinasi tinggi?” tanya Aditya. Wisanggeni menggeleng. “Tidak. Aku melihat ketakutan di matanya. Itu bukan sesuatu yang bisa dia buat-buat.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Mafia Insyaf

Mafia Insyaf

“Aku juga ngerasa ada yang aneh. Kayak semua orang lagi tutup mulut serentak. Bukan karena takut... tapi karena tahu suaranya gak bakal sampai ke mana-mana.” Anton menatap langit gelap. “Karena itu namanya Protokol Silencio. Mereka gak matiin orang secara langsung. Mereka matiin semua kemungkinan bicara. Biar yang masih hidup pun berasa kayak hantu.” Rina memeluk lututnya. “Kalau semua orang diem, gimana kita bisa menang?” Anton menjawab tanpa ragu, “Kita bikin satu suara yang terlalu keras buat bisa dikacangin.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai insanity sans
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status