Ada satu buku yang bikin aku terus mikir bahkan setelah menutup halaman terakhirnya: 'Insecurity' karya Alvi Syahrin. Ini bukan sekadar cerita tentang keraguan diri, tapi lebih seperti petualangan emosional yang nyata. Tokoh utamanya, seorang pemuda bernama Raka, berjuang melawan bayangannya sendiri—rasa tidak cukup baik, ketakutan akan penolakan, dan tekanan sosial yang menggerogoti kepercayaan dirinya. Yang bikin menarik, penulis nggak cuma menggambarkan kegelisahannya, tapi juga bagaimana dia mencoba keluar dari lingkaran itu, dengan segala salah langkah dan kemenangan kecilnya.
Aku suka cara Alvi Syhrin membangun narasi dengan detail psikologis yang dalam, seolah-olah kita diajak melihat langsung ke dalam pikiran Raka. Ada adegan di mana dia berdiri di depan cermin, mencoba memaksakan senyum sementara hatinya remuk—itu bikin merinding. Buku ini juga menyentuh tema persahabatan dan cinta yang nggak sempurna, tapi justru karena ketidaksempurnaan itulah ceritanya terasa begitu manusiawi.