Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Mang Dadang melirik dari balik gerobak baksonya. “Wah, payungnya Mas itu kinclong amat ya... Model baru apa tuh? Pakai LED tenaga surya kali ya, bening bener airnya nggak berani nempel!” Mang Dadang menyipitkan mata, merasa ada bias cahaya lembut yang menyelimuti payung hitam itu. Tapi karena kepulan uap bakso, ia mengira itu hanya ilusinya saja. Cinta tidak menyadari hal itu. Ia hanya merasa berdiri di bawah payung ini terasa sangat... damai.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

Ggrreeengg Jaja menoleh saat pintu gerbang besar itu terbuka. "Jaja, ayo masuk dulu! Hujannya deras banget," suara Yasmin sayup terdengar karena tersapu derasnya air hujan. Yasmin memberikan payung besar pada Jaja. Lelaki muda itu membuka payungnya dan berjalan mengekori Yasmin. Tubuh Jaja sudah menggigil hebat kedinginan. Selesai menggembok kembali gerbangnya, Yasmin berjalan ke dalam rumah yang diikuti oleh Jaja.
9.4137.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Safe Haven

Safe Haven

Dan anehnya, Valen juga tidak berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Teddy. Teddy lalu membawa Valen memasuki outlet store Mango, kali ini Valen yang menarik tangan Teddy agar berhenti. Teddy menoleh ke arah Valen dengan tatapan lelah, "Kenapa?" tanyanya dengan suara pelan, "Nggak usah yang mahal-mahal, baju saya murah kok." jawab Valen berusaha menolak tawaran Teddy, "H&M aja udah paling bener," tambah Valen berusaha meyakinkan Teddy.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan

Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan

Ayudhia melangkah cepat ke arah tempat payung, lalu mengambil satu payung panjang dan menggenggamnya dengan kedua telapak tangan untuk melindungi diri. Ayudhia bersiap di dekat pintu, tangannya meremat kuat gagang payung meski sedikit gemetar. Saat pintu terbuka perlahan, Ayudhia melihat seseorang memakai jaket kulit hitam dengan helm fullface hitam yang menutup rapat wajah orang itu masuk ke dalam penthouse. “Siapa kamu?!” teriak Ayudhia dengan suara bergetar.
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai intro payung teduh
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Ernhyy Ahza❤️‍🩹
hemm aku kok mikirnya Arlo sngaja yah membiarkan berita itu terus naik dan naik dan membiarkan sahamnya turun dlu ,biar saat semua kbenaran yg dia kantongin bsa lngsng jdi boom wktu buat Ardhana krna ulah disya dan fiona
Indri GN
Ceritanya bener-bener bikin emosi pembaca naik turun ini mah. mana lagi di dukung sama alur cerita yang jelas dan tidak bertele-tele. suka bnget sama jalan ceritanya. pengen cepet-cepet ada di ujung bab, soalnya penasaran bnget sama hubungan kontrak Ayu dan Arlo akan sprti apa nntinya
Baca Semua Ulasan
Payung Merah

Payung Merah

Meskipun, dia sangat berterima kasih. Saat membuka payung merah itu, Tika terpana. Payung itu didesain dengan unik, kerangkanya kuat, lapisan payungnya juga tebal. Bahkan pada tangkai payung dilengkapi beberapa fitur keren yang tidak ada pada payung biasa. Tika senang sekali. Dia terlindungi meski berjalan dengan cepat di bawah hujan. Sementara Tika sedang berjalan dengan cepat menuju kantornya, sepasang mata mengamati dirinya lekat. Namun, tentu saja Tika tidak menyadarinya sama sekali.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

Tara mengeluarkan payung dari tasnya untuk dipakai nanti. “Nah, gitu dong bawa payung. Biar nggak tembus pandang lagi,” ucap Tian dengan cengiran konyolnya. Tara mengangguk. “Biar mata lo nggak beleran kalo lihat gue. By the way, thanks payungnya.” “Maksudnya?” Tara menggoyangkan payung di tangannya. “Ohhh... santai.” Tian kemudian celingak-celinguk. “Bodyguard lo mana?”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Bukan Perkawinan Bisnis

Bukan Perkawinan Bisnis

Untung ada bapak yang baik tadi ya, setidaknya payung pemberiannya bisa menutupi mukaku yang memalukan ini! Aarrgh, malunya!' Ika memperhatikan payung rusak yang masih dia pegang. Kemudian beralih ke payung baru yang dia dapatkan. Warnanya biru muda. Hatinya sedikit membaik melihat payung penyelamat itu. Ika tiba di toko temannya, dia langsung disambut dengan muka heran, "Ika, kau kenapa? Pakai payung tapi kok basah kuyup?" Temannya melihat payung rusak di tangan Ika.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Abang Playboy menungguku

Abang Playboy menungguku

Masih terlalu pagi untuk menggoda seorang gadis. Jena melihatnya jelas. Di sana, di depan gerbang tinggi berwarna biru, seorang pria berdiri tegak dengan jaket baseball hijau. Tubuhnya tinggi, dengan senyum cerah yang rasanya seperti sinar matahari yang kelewat semangat untuk jam segini.
10247 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Tenda darurat Mahyudin ternyata terbukti mampu menahan air hujan agar tak masuk ke dalam tenda. Hujan masih turun dengan lebatnya, tapi kilat dan petir tak sehebat tadi. Tanpa Mahyudin sadari, pakaian milik Shawari yang ia kenakan terbuat dari kain katun biasa, sehingga saat sesuatu mulai bangkit tanpa mampu di cegahnya, tonjolan itu langsung di rasakan Rayla. “Duehh…bagaimana ini,” batin Mahyudin mulai panik.
1049.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status