Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Aku tak berani untuk meminta pada ibuku, karna aku yang menginginkan ini semua, maka dari itu aku harus menanggungnya sendiri. Tok..tok..tok.. "biiii...biii..." " Iya masuk Dam " Adam adalah ponakan Evan, dia masih berumur 13 tahun. " Bi..bibi jika siang tidak jajan ya? Tidak punya uang ya bi? " " Iya Dam, mamang kan cuma memberi bibi mie instan hanya di pagi hari "
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
MEMBALAS HINAAN BAPAK (Cerita Cinta Sang Caddy)

MEMBALAS HINAAN BAPAK (Cerita Cinta Sang Caddy)

Tiba di hole, Sumi sudah menyiapkan bola dan driver wood untuk Yamada melakukan pukulan pertama. “Payungnya buka, ya! Tak mau Sumi chan panas!” tukasnya. Senyum selalu menghiasi wajahnya membuat mata sipit bulan sabit itu tampak indah. Katanya, Yamada sengaja membeli payung meskipun tak mau memakainya. Namun Sumi harus memakainya agar tak kepanasan. Hanya sesekali saja dia ikut ke dalam payung jika sedang di green dan menunggu giliran.
1027.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Istri Alim Sang Mafia

Istri Alim Sang Mafia

Sementara Teddy sudah keluar duluan dan sekarang masih di walk in closetnya sedang memilih baju yang akan ia kenakan. "Tuan..bajuku basah.."Aina berbisik pada Teddy dengan malu-malu. "Aku masih memakai baju.." Teddy baru saja merapikan kaos polo warna biru tua yang dipadukan dengan jelana jeans warna biru. "Apakah kamu mau meminjam bajuku?" Aina tersipu malu saat digoda oleh Teddy. Ia hanya bisa menutupi kepalanya dengan handuk. "Aku akan menyuruh Bik Asih untuk mengambilkan bajjmu di bawah.."
1030.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

“Tapi pepaya kesayanganku ini nanti dilihat orang lain dong, Mah? Masa kamu mau pamer aset pribadimu ke orang asing di tengah kebun begini?“ goda Pram dengan nada bicara yang sedikit posesif namun tetap santai. Tari seketika menunduk, menatap dadanya sendiri yang memang nampak sangat menggoda karena ketiadaan pakaian dalam. Ia baru tersadar kalau penampilannya saat ini terlalu liar untuk bertemu orang asing. “Hmm, untungnya aku sedia payung sebelum hujan. Aku bawa jaket kok di tas,” sahut Tari sambil merogoh tas kecil yang tadi ia bawa dari gubuk. Tari segera mengenakan jaket hoodie berbahan tebal itu.
1057.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
GELORA HASRAT SANG MAFIA

GELORA HASRAT SANG MAFIA

“Apa kau punya payung?” Ryuse menyisipkan tangannya ke balik jok, mengambil payung lipat yang tersimpan di sana. Ryuse keluar terlebih dahulu, membuka payung dan berlari kemudian ke sisi pintu satunya. Sunny menurunkan satu kaki, saat dia menurunkan kaki kanannya dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dalam pelukan Ryuse.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Jawab Vanesa “Maafkan kami Nona, andai kami lebih sigap dan sedia pasti anda tidak akan basah kuyup begini.” Para pengawal itu tergesa-gesa membuka gerbang dan membawa payung nan besar serta membawa baju handuk. “Ah, Nera.. ayo masuk dulu. Setidaknya kau harus keramas dan ganti bajumu dulu. Hujannya semakin tambah lebat, nanti kau akan diantar pakai mobil saja dan motormu akan diantar besok. “Ti..tidak per...”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

"Hujan terlalu deras, pakai saja dulu." "Baiklah," jawab Arya. Begitu payung terangkat ke atas kepala, keduanya langsung merinding saat melihat ternyata gambar di dalam payung itu berubah tergantung dari sudut pandangnya. Saat payung dinaikkan, gambar Zion yang tadinya normal langsung menjadi gambar Zion sedang mengayunkan sabuk kulit dengan liar.
9.4930.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.2K kali sebagai intro payung teduh
Tampilkan Ulasan (192)
Baca
+Pustaka
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
butterfly
horeee posisi kedua ter POPULAR di Goodnovel jika dibandingkan dg novel berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia... semangat jason ja ice... ayo naik2 lagi yg mbaca... biar pd tau ni novel paling seru diantara Ed-Clara, Yohan Nabila, Hendro Weni n Dosenku itu paling nanti bab 500an turun rating wkw
Baca Semua Ulasan
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

jawab Ian dengan cukup menyakinkanku yang daritadi tidak percaya omongan dia. Tanpa sadar aku sudah sampai di ruang tata usaha melewati beberapa kelas agar tidak kena hujan bersama Ian. Setelah buku kelas dan kunci kuletakkan. Aku kembali memandangi langit dan mematung menunggu hujan sedikit mulai reda. Ian mulai membuka tas dia yang daritadi dia sandang. Seperti ingin mengeluarkan barang yang dia butuhkan. "Ini Al, kamu bisa pakai payungku, melihat hari yang sudah sore tidak mungkin akan menunggu lebih lama lagi dan hari sudah semakin dingin", ujar Ian sambil menyodorkan payung biru dongkernya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

Ketika sampai di hadapan Karuna, ia mengulurkan sesuatu. Sebuah payung. Karuna menatap benda itu beberapa detik sebelum akhirnya mendongak. “Pak…?” “Pakai saja.” Karuna spontan menggeleng kecil, mengibaskan tangannya. “Nggak perlu, Pak…” “Tapi perlu payung buat sampai ke halte, ‘kan?” sahut Pratama, “Pakai,” ujarnya. Kalimat itu sederhana, namun cukup jelas untuk tidak dibantah lagi.
9.85.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
KAU MENDUA AKU PUN SAMA

KAU MENDUA AKU PUN SAMA

Tiba di pintu toko, Mbak Tetty langsung menyodorkan tisu yang kuterima dengan segera. “Nggak bawa payung lagi?“ tanya Mbak Tetty. Aku tersenyum nyengir dan menggeleng. Lalu segera menekan mesin absensi. “Nanti lagi bawa dong, Nai. Sayang banget, penampilan udah kece badai tapi baju kebasahan,“ katanya lagi. Membuatku terdiam sejenak lalu memandangi pantulan diri di kaca, sambil memegangi baju yang ternyata basah di bagian dada dan punggung. Walau tak kuyup, tapi cukup menegaskan lekukan tubuh.
9.971.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status