Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

tanya sang lelaki sekali lagi. Bella mengangguk, hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang, ia bersyukur dan teramat sangat bersyukur karena lelaki itu menawarkan bantuan kepadanya. Lelaki itu mengembangkan payung transparan berwarna bening, karena ukuran payung itu tidak terlalu besar, sehingga lelaki itu memilih untuk meneduhkan payungnya lebih banyak untuk Bella agar Bella tidak kebasahan, sementara separuh badan dari lelaki itu basah oleh air hujan lebat.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as intro payung teduh
Read
+Library
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

James mengusap keringatnya dengan handuk dan mengisi tubuhnya dengan cairan bening yaitu air putih ke dalam sistemnya. Payung di buka oleh ball boy[1] dan melindungi sinar matahari yang sudah mulai menyengat Jeda pertandingan ke set selanjutnya hanya sekitar 1 menit lebih sedikit. Ia sudah menggunakan jatah toilet break-nya tadi sekarang tinggal menunggu Roy dari giliran toilet break-nya.
84.8K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as intro payung teduh
Read
+Library
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

“Apa kamu ingin berjalan-jalan? Jangan menolak. Setidaknya berkeliling kompleks perumahan ini.” “Di luar sepertinya mendung,” tolak Aleeta secara halus. “Karena itulah di ciptakan sebuah benda bernama payung.” Lukas kemudian memanggil Mary untuk membawakan sebuah payung. “Kamu nggak suka di bantah, ya?” “Semua pria nggak suka di bantah,” jawab Lukas seraya tersenyum misterius. “Kamu memiliki niat terselubung.” Aleeta memicing karena senyuman itu.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 351 Times as intro payung teduh
Read
+Library
Istri Alim Sang Mafia

Istri Alim Sang Mafia

Sementara Teddy sudah keluar duluan dan sekarang masih di walk in closetnya sedang memilih baju yang akan ia kenakan. "Tuan..bajuku basah.."Aina berbisik pada Teddy dengan malu-malu. "Aku masih memakai baju.." Teddy baru saja merapikan kaos polo warna biru tua yang dipadukan dengan jelana jeans warna biru. "Apakah kamu mau meminjam bajuku?" Aina tersipu malu saat digoda oleh Teddy. Ia hanya bisa menutupi kepalanya dengan handuk. "Aku akan menyuruh Bik Asih untuk mengambilkan bajjmu di bawah.."
1030.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as intro payung teduh
Read
+Library
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

“Tapi pepaya kesayanganku ini nanti dilihat orang lain dong, Mah? Masa kamu mau pamer aset pribadimu ke orang asing di tengah kebun begini?“ goda Pram dengan nada bicara yang sedikit posesif namun tetap santai. Tari seketika menunduk, menatap dadanya sendiri yang memang nampak sangat menggoda karena ketiadaan pakaian dalam. Ia baru tersadar kalau penampilannya saat ini terlalu liar untuk bertemu orang asing. “Hmm, untungnya aku sedia payung sebelum hujan. Aku bawa jaket kok di tas,” sahut Tari sambil merogoh tas kecil yang tadi ia bawa dari gubuk. Tari segera mengenakan jaket hoodie berbahan tebal itu.
1062.6K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as intro payung teduh
Read
+Library
Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Jawab Vanesa “Maafkan kami Nona, andai kami lebih sigap dan sedia pasti anda tidak akan basah kuyup begini.” Para pengawal itu tergesa-gesa membuka gerbang dan membawa payung nan besar serta membawa baju handuk. “Ah, Nera.. ayo masuk dulu. Setidaknya kau harus keramas dan ganti bajumu dulu. Hujannya semakin tambah lebat, nanti kau akan diantar pakai mobil saja dan motormu akan diantar besok. “Ti..tidak per...”
104.7K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as intro payung teduh
Read
+Library
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

"Hujan terlalu deras, pakai saja dulu." "Baiklah," jawab Arya. Begitu payung terangkat ke atas kepala, keduanya langsung merinding saat melihat ternyata gambar di dalam payung itu berubah tergantung dari sudut pandangnya. Saat payung dinaikkan, gambar Zion yang tadinya normal langsung menjadi gambar Zion sedang mengayunkan sabuk kulit dengan liar.
9.4937.9K viewsCompletedAdded to Library 24.4K Times as intro payung teduh
Show Reviews (193)
Read
+Library
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Read All Reviews
PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

Ketika sampai di hadapan Karuna, ia mengulurkan sesuatu. Sebuah payung. Karuna menatap benda itu beberapa detik sebelum akhirnya mendongak. “Pak…?” “Pakai saja.” Karuna spontan menggeleng kecil, mengibaskan tangannya. “Nggak perlu, Pak…” “Tapi perlu payung buat sampai ke halte, ‘kan?” sahut Pratama, “Pakai,” ujarnya. Kalimat itu sederhana, namun cukup jelas untuk tidak dibantah lagi.
9.86.1K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as intro payung teduh
Read
+Library
KAU MENDUA AKU PUN SAMA

KAU MENDUA AKU PUN SAMA

Tiba di pintu toko, Mbak Tetty langsung menyodorkan tisu yang kuterima dengan segera. “Nggak bawa payung lagi?“ tanya Mbak Tetty. Aku tersenyum nyengir dan menggeleng. Lalu segera menekan mesin absensi. “Nanti lagi bawa dong, Nai. Sayang banget, penampilan udah kece badai tapi baju kebasahan,“ katanya lagi. Membuatku terdiam sejenak lalu memandangi pantulan diri di kaca, sambil memegangi baju yang ternyata basah di bagian dada dan punggung. Walau tak kuyup, tapi cukup menegaskan lekukan tubuh.
9.971.9K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as intro payung teduh
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Tian Ju melirik pinggang Long Wei yang terdapat bambu kuning. “Ah, kau tidak salah. Tapi sebenarnya aku memakai ilmu pedang untuk memainkannya.” “Nah, sebelum Saudara Souw pulang.” Tian Ju bangkit dan menghampiri ujung tenda tempat sebuah tongkat baja berat bersandar. “Bisakah kita sedikit bermain-main? Aku juga penasaran sekali dengan kelihaian Saudara Long yang selalu dipuji-puji Suadara Souw.”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as intro payung teduh
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status