Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jaring Cinta Sang Bodyguard

Jaring Cinta Sang Bodyguard

Padahal dia nggak ada sangkut pautnya. Wirya : Sama dengan adiknya. Zulfi : Tukang perajuk. Yusuf : Tukang blokir. Dimas : Tukang merengek. Sanjaya : Selalu pakai jaket atau manset tangan supaya nggak terpapar sinar matahari langsung. Aditya : Mamang servis payung. Lazuardi : Aku ngebayangin Daddy Baskara berpayung pas perang nanti.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Tedy ingin berhenti memikirkan hal itu, tapi nama Lia kembali bergaung di kepalanya. Angkot berhenti di pinggir jalan, membuat Tedy sedikit tersadar dari lamunannya, ia segera bangkit dari tempat duduknya dan segera merogoh kantong celana, mengeluarkan uang pas, lalu menyerahkannya kepada sopir. Setelah itu, tanpa banyak bicara, ia turun. Hujan masih mengguyur deras, tak memberi ampun bagi siapa pun yang berada di luar tanpa payung.
9.437.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Hanya berjalan dua langkah Bayu sudah bisa menghampiri Selvi yang sudah lebih dulu berdiri di depan pintu. Di luar matahari sangat terik Bayu membawa tempat berbaring santai dan sebuah payung besar yang bisa ditancapkan di atas pasir. Jika tidak kuat berjemur maka mereka bisa berteduh di sana. Tidak butuh waktu lama Bayu memasang tempat santai dan berhasil menancapkan payung di atas pasir. Berbeda dengan Selvi yang sedang berendam di air laut sambil memercikkan air ke arah Bayu dengan sengaja agar membuatnya basah.
1044.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Byan ngeyel nggak ada obat. Nara lelah. Manusia di hadapannya sama sekali tak tahu diri. Sebuah payung terbuka menggantung di atas kepalanya. Meneduhkan tubuhnya, seketika Nara menengok. Ia cukup terkejut melihatnya. ‘Aland?’
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

LED wall 8K di panggung utama sudah menyala, menayangkan simulasi hujan digital yang jatuh pelan, tetesan air 3D berkilau seperti permata cair di bawah lampu biru lembut. Van hitam Mercedes Sprinter mendarat pelan di loading dock, ban berderit halus di beton basah. Pintu geser terbuka dengan suara swish hidrolik, dan Naya melangkah keluar pertama—hoodie abu-abu Juilliard longgar, rambut diikat tinggi dengan karet hitam sederhana, mata merah karena jetlag empat belas jam dari Jakarta, tapi senyumnya tetap hangat.
795 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
The Red Swan (The Demon vs A Dancer) (IND)

The Red Swan (The Demon vs A Dancer) (IND)

Yang ternyata adalah Rae yang kini sudah membawa dua buah payung, satu payung sedang ia pegang untuk dirinya sendiri sementara satu buah payung lagi sepertinya untuk diberikan kepada Ixy. Setelah berlari cukup lama, ia akhirnya berhenti tepat di hadapan Ixy, dan dengan nafas tersengal-sengal, ia melihat Hideki yang masih sedang memegang payungnya sendiri untuk melindungi gadis itu dan air hujan sementara ia sendiri sekujur badannya sudah basah kuyup oleh air hujan.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Perfect Game

Perfect Game

Tak lama, datang lah wanita paruh baya dengan rambut merah dan tinggi 180cm itu ke arah nya sembari membawa nampan “Player baru ya? Mari ikuti saya...” ajak wanita itu kepadanya. Iena hanya menuruti apa yang wanita itu katakan dan berjalan ke sisi ruangan. Dan lagi, dia dibuat heran. Terdapat tulisan 'Register' di papan itu. “angkat tangan kanan lu” suruh pria yang suaranya entah datang dari mana “Perkenalkan saya Meary, selamat datang di Perfect Game”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Iparku Yang Menggoda

Iparku Yang Menggoda

Matthias malah bertanya balik, jika di perhatikan mata nya terlihat memperhatikan bagian atas dada Ipar nya yang terbuka dan sedikit basah karena air, membuatnya menelan ludah kasar. "Oh su-sudah kok, maaf kalau agak lama," jawab Lauren sambil tersenyum kikuk. Bukannya menyingkir, Lauren malah masih terdiam mematung di ambang pintu. Sekarang Lauren terlihat bodoh, percayalah semua terjadi karena rasa gugup nya.
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Sekar menghembuskan nafasnya melalui mulut, mengarahkan pandangan ke ambang pintu yang tadi Sanjaya masuk, lalu detik kemudian dia kembali dan membawa payung yang ia pakai. "Payung yang ada, cuman satu yo turun!" Membukakan pintu buat Sekar. Lantas Sekar turun, sembari sedikit menaikkan rok panjangnya. Yang tidak lupa dia menyambar tas miliknya. Lalu mereka berjalan berdempetan satu payung bersama, tangan Sanjaya setengah memeluk pinggang Sekar! agar lebih mendekat padanya dan tidak kena hujan.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Gadis Sejuta Dollar

Gadis Sejuta Dollar

tanya Albin basa basi sambil membetulkan kacamata hitamnya yang sedikit turun. Ia sedang berjalan kaki menuju Pepper Academy saat. Langit siang ini tertutup arakan awan mendung. Udara terasa sejuk hingga Albin merasa ia tidak membutuhkan payung seperti cuaca sedang panas. Hoodie berbahan katun tipis melindungi kulitnya dari sinar matahari.
9.656.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai intro payung teduh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status