Di Balik Rupa Burukku
Sungguh, sakit di dada ini terasa sekali sakitnya, walau tidak mengeluarkan darah.
Aina tak kuasa menahan Isak tangis, dia menangis bahkan sampai sesenggukan, air mata begitu deras mengalir di pipi. Ternyata dengan menangis, sesak di dadanya berkurang, entah sudah berapa lama dia menangis, dengan kesendiriannya seperti ini, dia bebas meluapkan segala macam emosi dan perasaaan yang bercokol di hatinya tanpa harus berpura-pura tegar. Hingga dia merasa lelah menangis, dia juga lelah jalan seharian dan juga lelah menahan perasaan, tanpa terasa dia tertidur dengan posisi menggelung seperti bola.
Hot Chapters