Hidup di Dua Hati
Wanita itu membingkai wajah Kenan dengan kedua telapak tangannya, menatap dengan sorot lembut dan tulus
"Mas, kehilangan itu sangat sakit. Kadang perlu mengungkapkan rasa sakit itu agar enggak menjadi luka abadi buat kita."
"Aku ini laki-laki. Pantang bagiku menangis," balas kenan singkat.
"Menangis bukan dosa ... menangis baik untuk jiwa, bisa mengeluarkan racun di tubuh kita. Jangan ditahan. Kalau ingin, lakukan saja."
Kenan menggeleng masih dengan wajah datar, yang justru membuat tangis Hasna pecah.
"Kamu nangis?" Kenan malah bertanya.
Hot Chapters