Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

Habiba hanya tersenyum saja dan kembali mengalihkan pandangan pada dua anaknya yang tengah berinteraksi dengan Alka. "Opa, kenapa menangis?" tanya Qansha. "Tidak menangis." Alka berusaha menyingkirkan raut sedih dan menepuk- nepuk pipinya supaya tidak basah. "Itu tadi keluar air matanya. Berarti menangis. Sudah tua kok cengeng?" Alka tersenyum. "Ah, iya. Seharusnya tidak boleh menangis bukan?" "Kalau masih kecil menangis, tidak apa-apa. Tidak malu-maluin, tapi kalai sudah tua menangis kan malu- maluin."
9.8190.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
TERJEBAK POLIGAMI BERSAMA SAHABAT SENDIRI

TERJEBAK POLIGAMI BERSAMA SAHABAT SENDIRI

Aku sampai terharu, dan meneteskan airmata. "Loh, Tik, kamu kenapa?" tanya Mas Ifan. "Apa Ibu mengatakan sesuatu padamu?" "Nggak, Mas." kataku sambil mengusap air mataku. "Terus, kenapa kamu menangis?" tanya Mas Ifan sambil memelukku. "Aku hanya kecapean, Mas’" "Ya, sudah. Kamu makan dulu ya, habis makan kamu istirahat."
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

Tampak ia sesak dari suaranya. "Aku baru tahu bahwa hidup Nona begitu tragis," ucapan dari mulutku setengah berbisik. Maya menitikkan air mata, dia buru-buru mengusapnya. "Sudah, Kak. Jangan menangis," bujukku sembari menyentuh bahunya seperti kemarin dia menenangku.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Dia ingin mengucapkan sesuatu, tetapi dia tidak bisa mengucapkan apa pun, matanya berlinang air mata. Sisca mengangkat tangannya dan mengelus kepala Irene sambil berkata, "Kamu ini, kenapa kamu mau menangis? Ada yang menganiayamu, ya?"
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Sang Anak Koruptor

Takdir Cinta Sang Anak Koruptor

Kemudian tangis itu mengudara. "Kamu... kamu yang sabar ya, Win. Yang sabar," isak Tante Elis pilu. Tante Elis tidak berusaha menyembunyikan kesedihannya. Sementara Winena, air matanya seolah menguap dan mendadak kering. Rasa sakit itu menggerogoti dari dalam, betapa pun sakitnya, Winena tidak bisa menangis. ***
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Dinikahi Duda Cinta Pertamaku

Dinikahi Duda Cinta Pertamaku

tanya Alaric panik saat Isadora malah kian tergugu dalam tangisnya. "A-aku sudah membuatmu sakit, Al. M-maafkan aku. T-tapi ... sungguh aku hanya bercanda tadi," sesal Isadora sembari tergugu. Hidung mancungnya sudah berubah jadi merah karena terus menangis.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Godaan Mantan Istri

Godaan Mantan Istri

Dia kembali duduk dengan emosi yang mulai menguasai dirinya. “Kamu tenang dulu. Aku menangis bukan karena Noah yang memperlakukanku tidak baik. Kamu tenang saja, dia memperlakukanku dengan baik. Sangat-sangat baik dan sangat sangat menyayangiku,” jelas Anika. “Kamu yakin?” tanya Ivana dan mendapat gumaman dari arah Anika sebagai jawaban. “Terus, Kenapa kamu menangis? Ada yang membuatmu sedih?”
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Tangisan adalah cara mata berbicara ketika mulut terbungkam, tak sanggup menjelaskan seberapa hancurnya hati ini. Jangan bertanya kenapa aku dingin terhadapmu. Bukan begitu, aku hanya berhenti berusaha dan berharap. Aku lelah berharap tinggi-tinggi lalu dikecewakan. Menyedihkan rasanya mengetahui dirimu sudah berusaha semaksimal mungkin, namun semuanya masih belum cukup. Terkadang rasa kecewa yang mendalam itu disebabkan oleh harapan kita yang terlalu tinggi terhadap sesuatu.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Itu Lama Lebih Baik Menjanda

Seumur Hidup Itu Lama Lebih Baik Menjanda

Tangisannya adalah sebuah penyesalan kolektif atas semua kesalahan dan penderitaan yang ia izinkan terjadi di masa lalu. Tangisan itu pahit, deras, dan panjang. Kadang-kadang tangisan itu dimulai dengan isakan pelan yang berubah menjadi ratapan tanpa suara, hanya getaran di bahu dan sesak di dada yang seolah-olah ingin meledak. Ia memeluk lututnya, menenggelamkan wajahnya di antara lengan, membiarkan semua racun emosi keluar. Rasa jijik pada Tama, rasa dikhianati yang akut, dan yang paling sulit, rasa tidak berharga—semua perasaan yang ia tekan selama berbulan-bulan di depan Karina dan Galih kini tumpah ruah. Ia membiarkan tubuhnya bergetar dan gemetar, merasakan sensasi fisik trauma yang te
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai isakan tangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status