Sang PENEMBUS Batas
Maka beriak basah dan menggulirlah, butiran-butiran air mata di pipi mereka semua.
Kembali rasa putus asa, sesal, kesedihan, dan rasa kehilangan, menyatukan mereka dalam isak tangis masing-masing.
"Keina, maafkan aku..! Tsk..tsk..," ucap Nanako lirih, dalam isaknya.
"Tak apa Nanako, maafkan aku juga. Tsk, tskk.!" balas Keina juga dalam isaknya.
Beberapa saat kemudian, setelah suasana agak mereda,
Bab Populer