ISTRIKU SERING MENANGIS
Aku pun menghela napas, dan memberikan ia pengertian.
"Bu, aku punya istri yang lagi sakit, dan Ibu kan bisa minta Rayyan atau istrinya, Sita," sindirku.
"Mana mereka? Tidak ada di sini, entahlah mereka ada di mana, coba kamu telepon," pintanya.
Aku coba menghubungi Rayyan, agar menemani ibu di sini. Setelah beberapa kali panggilan, barulah ia angkat.
"Halo, kamu di mana?" tanyaku.