Selir Yang Terlupakan
"Jika yang kumiliki hanyalah perhatian sesaat, itu bisa digantikan kapan saja, atau dirusak oleh siapa saja yang berkuasa. Di istana ini, orang-orang yang memegang kekuasaan mutlak bisa melakukan apa saja kepada mereka yang tak memiliki sandaran."
Jari-jarinya berhenti bergerak di rahangku. Ia tak menarik tangannya menjauh. Sebaliknya, ia membiarkan telapak tangannya meluncur perlahan turun hingga menempel di sisi leherku, merasakan denyut nadi yang tetap berdetak tenang dan teratur di bawah kulit.