Pesona sang MANTAN
Lengan Jati melingkari tubuhnya, sesekali bibir pria itu mencium lembut pelipis dan pipinya, seperti sedang memastikan bahwa perempuan di pelukannya benar-benar miliknya.
“Kamu udah makan?” tanya Jati sambil menyibakkan rambut Senara yang menutupi wajahnya.
Senara menggeleng pelan, suaranya terdengar lemah, “Belum…”
Jati menghela napas pendek, masih membelai lembut bahu istrinya. “Mau makan di luar gak?”
Senara langsung menggeleng lagi, kali ini lebih semangat. “Gak mau, aku lagi pengen makan mie yang pedes, pake cabe dua puluh.”
Hot Chapters