Merajut Asa
"Mereka bertemu setiap hari. Ezra menyempatkan diri menemuinya di sela aktivitas luar kantor. Tidak ada pola jam yang sama. Perempuan itu bekerja sebagai penerjemah lepasan. Itu sebabnya ia selalu berada di apartemennya dan Ezra bisa menemuinya kapan saja."
"Pasti penerjemah Bahasa Korea," tebak Jovita. Ia mengamati foto-foto yang tersimpan di flashdisk. Perempuan itu terlihat lebih muda darinya, tapi tidak lebih menarik. Caranya berdandan bahkan cenderung norak, jauh dari kesan anggun dan elegan. Bagaimana mungkin Ezra bisa tertarik pada wanita macam ini. Ia merasa tersisihkan oleh lawan yang tidak sebanding.
Bayu diam, membiarkan Jovita memerhatikan setiap foto.