Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Kata-kata itu membangkitkan keberanian baru di dada Aisyah.
Malam harinya, di ruang aman, Arga dan Aisyah kembali mencari ketenangan di tengah kekacauan. Mereka berpelukan erat di ranjang, membiarkan tubuh dan jiwa saling menyalurkan energi. Ciuman mereka kali ini lebih lambat, lebih intim, seakan ingin mengukir janji di setiap helaan napas. Aisyah berbisik di telinga Arga, “Kalau ini perang, biarkan aku berperang bersamamu, bukan hanya bersembunyi di balikmu.” Arga menatapnya, lalu mengusap wajah istrinya penuh kelembutan, “Kau sudah berperang, Sayang. Dengan bertahan, dengan mencintaiku, itu perang terbesar.” Mereka larut dalam pelukan panas, tubuh berpadu dalam irama hasrat bercampur luka
Bab Populer