Semu cinta Anea
Sebuah harapan kecil untuk Jan, sebab itu pertanda semakin dekat dirinya dengan pangkalan ojeg yang ia tuju.
Satu, dua rumah sudah ia lewati namun belum terlihat juga pangkalan ojeg yang ia cari. Karena baru sekali melewati daerah ini, itu pun ia tidak terlalu memperhatikan jalan, tentu saja ia lupa-lupa ingat dengan letak perempatan yang ia maksud. Jan terus saja melangkah, ia tak menyerah dalam keadaan terpojok. Hingga sampailah dirinya pada persimpangan jalan yang di gadang-gadang. Hatinya bersorak mendapati tujuan pertamanya telah sampai, tapi tunggu dulu!
Bab Populer