Candu Dekapan Kakak Ipar
“Djiwa mau minuman mangga itu. Yang ada buah mangganya di dalem.”
Jemarinya terangkat, menunjuk si gadis yang sedang menyeruput minumannya dengan ekspresi puas, membuatnya menelan ludah.
Radja mengikuti arah pandang Djiwa, lalu menggeleng pelan. “Itu dingin, sayang.”
“Gak apa-apa,” sahut Djiwa cepat. “Djiwa pengen. Beliin ya, Mas?” Ia sudah bersiap bangkit dari bangku, namun Radja langsung menahan lengannya.