Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Ambil waktu untuk merenungkan tapi jangan ambil waktu untuk mengingat janjinya. Biarkan semesta bekerja dengan sendirinya. Seiring berjalannya waktu kita bisa menemukan cara untuk melupa. Hujan tak bisa memilih rumah siapa yang akan ia basahi, tapi hujan memberi pilihan untuk bertahan di balik atap atau berjalan di bawah rintiknya. Ya, pilihan itu selalu ada namun kita terlalu buta untuk membacanya. Bukan… bukan. Hanya saja terkadang ketika dimabuk cinta, akal tak bekerja dengan semestinya. Rasional adalah kata yang selalu terlewatkan. Baiklah, mulai sekarang katakan pada diri bahwa jangan mudah percaya, ada baiknya kita mengambil jeda untuk memutuskan suatu perkara. Jangan tergesa-gesa. Dun
1047.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
DADDY IN BLACK SUIT

DADDY IN BLACK SUIT

Tidak seperti Ibu Kota, di sini tak perlu memikirkan tentang kemungkinan macet karena memang jalannya tidak ramai, dan bahkan sangat lancar. Ia ingin menikmati liburannya sekarang, namun Royan juga merasa gugup saat memikirkan harus mengucap ijab tiga hari lagi. Hujan yang mulai datang menimpa dirinya, membuat Royan sadar bahwa ia harus segera memasukan barang-barang ini sebelum basah kuyup terkena hujan deras.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Dulu Gio pernah bilang, “Hujan tuh bikin orang jujur sama pikirannya sendiri.” Alma mendengus kecil. “Kebanyakan baca quotes,” gumamnya pelan— meski orangnya sudah tidak ada di sampingnya untuk tersenyum setengah tersinggung. Ia tetap berdiri beberapa menit lagi, membiarkan hujan mengisi ruang kosong di kepalanya. Tidak ada rapat. Tidak ada notifikasi mendesak. Hanya suara air dan pantulan lampu kota di kaca.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan impian

Bukan Pernikahan impian

“Kamu yakin nggak mau kuantar, Saf? Ini udah malam loh. Mana hujan juga,” ucap Nilam yang terlihat khawatir padaku. Aku tersenyum meyakinkan dia. “Aku nggak papa. Ini cuma hujan kecil, kok.” Selagi tidak diikuti dengan petir, maka aku akan baik-baik saja. Lagipula, ini juga baru pukul delapan malam. Belum terlalu larut dan jalanan yang akan kulewati nanti biasanya masih ramai orang-orang.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA JURAGAN TUA

JERAT CINTA JURAGAN TUA

Hujan di bulan ini, seolah menari-nari dari atas langit. Gemuruh petir yang sesekali terdengar, bagai denting piano yang mengalunkan sajak duka. Alma mengusap air mata yang tak sengaja jatuh dari netra sendunya. Sejauh ini perjalanan takdir membawanya pada muara luka yang seolah tak ada tepiannya. "Melamun, Nduk? Kenapa nggak dimakan singkongnya?"
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
MISTERI GUNDUKAN TANAH

MISTERI GUNDUKAN TANAH

Entah kenapa, perasaannya menjadi gelisah seperti ini. Jam sudah menunjukkan jam 4 sore, namun hujan tak kunjung reda. Lama menunggu hujan reda, mata Nila berkali-kali mengangguk-angguk ke depan, menahan kantuk yang susah ditahan. "Kamu ngantuk?" tanya Melati. Nila mengangguk, beberapa kali ia menahan matanya supaya tidak terpejam. "Lebih baik kamu tidur dulu disini, nanti setelah hujan reda, aku bangunin kamu," imbuh Melati.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga

Istri Ketiga

“Apakah jalan yang kupilih ini tidak akan membuatku tersesat lagi?” *** Langit sangat mendung dan waktu sudah menunjukkan jam lima sore. Hujan deras membasahi bumi dengan gemuruh yang menenangkan. Namun, bagi Kinan, hujan itu menjadi penghalang dalam perjalanannya pulang. Tanpa membawa payung atau ponsel, dia terjebak di sekolah, duduk di depan pintu, menatap hujan dengan harapan agar reda segera.
85.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Di luar hujan belum jua reda. Nilam pun memperpanjang doa selepas ibadah Ashar. Hujan adalah kesempatannya bermohon ampun sampai berlinang air mata, tanpa ada yang mendengar suara yang sengaja ia keluarkan melawan deru hujan menerpa atap. Rindu pada ibu, rindu pada bapak yang sejak kecil menghadap-Nya, juga rindu pada teman-teman entah kenapa hadir semua di hatinya saat ini.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 960 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai jangan melamun saat hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status