Mempermalukan Suamiku Di Resepsi Pernikahanya
"Karena hati kita terlalu berharap kepada manusia. Berharap dia bisa memberi kebahagian, mencukupi kebutuhan kita, mengerti keadaan kita, dan harapan-harapan lain yang digantungkan kepada manusia. Padahal, hanya Allah yang menjadi tempat kita menggantungkan harapan."
"Oh gitu. Dengerin noh, Mbak. Udah tua ko, bucin."
Mas Alzam terkekeh mendengar aish. Dia melirikku dengan senyum tulus.
"Jangan berlalut-larut Mbak. Kita boleh bersedih, karena itu kodrati manusia. Tapi, jangan biarkan kesedihan membawa kita kepada hal-hal buruk. Apalagi sampai berpikir untuk bunuh diri, Naudzubillah."