Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
tuduhku.
"Astaghfirullah, Lia, kenapa kamu bisa berpikir seperti itu. Kita memang miskin tapi, jangan pernah sampai menggilai harta apalagi harta itu bukan milik kita. Allah sudah memberi harta sesuai porsinya masing-masing kepada hambanya, kita bisa hidup cukup dan tidak kekurangan meski pun pas-pasan tetap harus di syukuri. Harta itu tidak hanya uang, kesehatan itu harta yang jauh lebih berharga, kasih sayang juga harta yang tak bisa di miliki oleh sembarang orang!" balas Mamak dengan nada tegas.
Aku menunduk malu dan merasa bersalah karena sudah menuduh orang tuaku yang tidak-tidak, padahal aku tahu kalau Bapak dan Mamak memang miskin harta tetapi beliau tak miskin iman.