Here are 59 novels related to japanese romaji translation for you to read online. Generally, japanese romaji translation or similar novel stories can be found in various book genres such as Historical, Fantasi and Urban. Start your reading from Lima Samurai Batavia at GoodNovel!
Ada suatu kerinduan tersendiri yang membuat haru, tetapi tak sampai mendorong jatuhnya air mata.
“A?! A….a…..aaa…….aaah….,” mendengar Okita mengikutinya bicara, mimik wajah pemuda itu langsung berubah was-was. Keringat mengucur di pelipisnya. Tubuhnya mendadak gemetaran. “Goh… goo…. Gomeen… Gomenasai! Gomenasai!” kini dia mengatakan kata maaf dalam bahasa Jepang. Dia bersujud tepat di depan Okita, seperti memohon ampun dari hukuman mati.
Dia tidak ingin berlama-lama dengan Rio atau pria itu akan menanyakan hal lain tentang Monika.
Mentari bersinar cerah di ufuk timur, membiaskan sinar mentari pagi yang terasa hangat.
"Ohayou gozaimasu," sapa Rio saat Monika membuka matanya. Itu sapaan selamat pagi yang sering diucapkan oleh orang Jepang.
"Apa kamu tidak tidur?" tanya Monika, melihat kantung mata Rio agak tebal.
Rio menggeleng lemah. "Aku tidak bisa tidur, terpesona kecantikan bidadari yang ada di hadapanku."
Hai, Readers
Kalian bisa baca prekuel novel ini yang menceritakan kisah orang tua Rio, yaitu Hanson Dirgantara dan dokter Evalia di buku terbaru author ya. Judulnya "Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan".
Jangan lupa vote bintang lima dan tambahkan ke pustaka ya. Sankyu,
Hanazawa^^
malapalas
BACA novel berjudul :FREL.
Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Akira menjawab pertanyaan Giselle tadi diiringi dengan senyum tulus dan hangat.
Giselle pun tertular dengan senyum Akira. Hari ini terasa menyenangkan bagi Giselle.
***
Kamus Bahasa Jepang
Garufurendo na no? = Apa dia pacarmu?
Doushitano? = Apa yang terjadi?
Iie = Tidak
Balas Nina yang sepertinya menggunakan Bahasa Jepang.
Mendengar Jawaban Nina yang menggunakan Bahasa Jepang, Asami kaget. “Nani? Kimi wa Nihongo Shabereruno? (Apa? Kamu juga bisa berbahasa jepang?).”
“Chotto sukoshi dekimasukedo, yappari mada mada hetada. (Saya sedikit bisa berbahasa jepang, tapi saya masih belum lancar berbahasa jepang).” Jawab Nina.
Seru Koji.
“Setan. Apa maksudmu dari kata "Muda" ini?” Tanya Alfi kesal.
“Hahaha.... Rupanya kau mengerti juga.” Koji dan Rian mentertawakan Alfi.
“Apa maksudnya?” Tanya Bunga.
“"Muda" dalam bahasa Jepang artinya "Tidak berguna".” Jelas Alfi.
Bunga pun menahan tawanya.
“Begini, aku mau mengajak nobar.” Kata Koji.
Deretan plat nama bertuliskan bahasa Jepang tampak bertebaran, meskipun dibawahnya tetap ada bahasa pendampingnya yaitu bahasa inggris yang mana untuk memudahkan para pelancong internasional untuk membaca marka yang tertera.
“Tokyo Naritakuko e yokoso, desu!” Arifin---sahabat satu bangku dalam pesawat Zaki memperagakan penyambutan untuk para teman-temannya yang tengah berjalan. Dia mengucapkan selamat datang di bandara narita tokyo yang megah.
“Iya, Ipin!” tukas Zaki datar.
Mereka berbincang singkat hari itu — tentang kertas, tentang musim, dan tentang bagaimana setiap huruf punya jiwa sendiri jika ditulis dengan hati.
Ketika Rani pamit, Kaito berkata sambil menyerahkan selembar kertas kecil dengan tulisan Jepang di atasnya.
> “光の影”
Bayangan dari Cahaya.
“Artinya?” tanya Rani.
Kaito tersenyum. “Bahwa bahkan bayangan pun berasal dari cahaya.”
Kata-kata itu tertanam di kepalanya selama berhari-hari.
---
Jari - jarinya seolah bergerak sendiri, meraih ponsel Reyhan Tangannya menyentuh ponsel itu, dan secara tak sengaja menekan tombol buka.
Matanya membelalak saat membaca isi pesan yang tertera.
> “Transfer berhasil: Rp584.300.000.000 dari Nippon Blue Tokyo - Proyek C-7 Final Agreement. Status: Selesai.”
Aurel mematung. Matanya menatap layar, mulutnya terbuka tanpa suara.
> Nippon? Tokyo? Apa ini?
pinta Riana.
"Iya, Neng. Nanti saya kabari. Nggak usah cemas," ujar Joni. “Oiya, nanti kalau misal Neng Riana nggak paham bahasa jepang, bisa pakai g****e voice. Lumayan buat tanya-tanya itu. Orang sini jarang yang bisa bahasa Inggris soalnya."