KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Iya. Kamu sendiri sedang apa? Bukannya hari ini ada acara aqiqah?“ tanyaku balik sambil meliril Aric yang sudah berlalu dari hadapan kami.
“Oh itu ... Iya, Mbak. Mau bareng?“
“Enggak usah, kamu duluan saja. Mbak masih ada keperluan ke toko lain,“ jawabku jujur.
Memang rencananya, setelah membeli untuk si bayi, aku juga akan membeli sedikit perhiasan untuk ibunya. Anggap saja sebagai tanda perpisahan dan permintaan maaf sudah membuatnya syok tempo hari.
“Kalau gitu aku duluan ya, Mbak. Assalamualaikum.“
“Waalaikumussalam.“
Setelah menerima sebuah paper bag dari kasir, aku bergegas ke toko perhiasaan terdekat. Lalu bergegas pulang dan bersiap diri untuk pergi ke acara aqiqahannya putri Mas Ha
Hot Chapters