Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Perjalanan menuju puncak kultivasi akan jauh lebih sulit dan panjang di Bumi. Setelah berjalan beberapa menit, Peter melihat deretan sepeda listrik yang terparkir rapi di pinggir jalan. Sebuah tanda digital di dekatnya menunjukkan bahwa sepeda-sepeda itu tersedia untuk disewa. "Sepeda listrik," Peter bergumam, mengingat bahwa lima tahun lalu, sebelum ia pergi ke Benua Zicari, kendaraan ini mulai populer di kota.
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 979 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Obsesi sang protagonis

Obsesi sang protagonis

Bahasa, tulisan, hingga gaya hidup yang harusnya asing bagi Yerinsa, perlahan sudah beradaptasi seiring waktu, layaknya Yerinsa benar-benar hidup di dunia ini. Melewati jalanan-jalanan pertokoan, Yerinsa sengaja mengayuh pelan agar tidak cepat lelah. Menikmati waktu bersepeda mengingatkan pada masa kecil di kampung yang masih asri. Namun, di Belanda, bersepeda bukan hanya dilakukan saat kecil atau di masa tertentu, orang dewasa bahkan di perkotaan juga masih banyak yang mengayuh sepeda. Itulah kenapa negara ini sangat asri, meski nyatanya ini berada di dunia lain.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Lelaki Dua Wajah

Lelaki Dua Wajah

Karel memutuskan untuk tidak memakai topi agar pandangannya bisa lebih leluasa. Semilir angin sore berembus perlahan. Selesai menghambakan diri pada Sang Pencipta di waktu asar, Karel memutuskan untuk jalan-jalan. Hitung-hitung sebagai upaya untuk mengenali lingkungan tempat tinggalnya. Karel mengeluarkan sebuah sepeda yang berada di ruang tamu. Lagi-lagi hanya barang bekas pakai. Dua puluh kilometer dari pusat Distrik Penna, sebagian wilayahnya masih lengang. Cocok untuk bersepeda.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Di dermaga tersebut banyak orang yang menghabiskan waktu akhir pekan, kebanyakan dari mereka yang datang hanya untuk jalan-jalan dan melihat pemandangan saja, selain itu ada juga orang yang berolahraga bersepeda maupun lari, kadang ada juga dari satu klub sepak bola dan klub jenis olahraga yang lain yang sedang berlatih fisik di sana. Belum setengah perjalanan, Nanda sudah tumbang. Anak kecil itu kelelahan, kebetulan sekali pas Nanda lelah mereka dekat dengan lokasi tempat sewa kendaraan dan sepeda untuk para pelancong. Arjuna memesan satu sepeda bonceng khusus untuk dipakai oleh Nismara, sementara Arjuna tetap memilih untuk berlari saja.
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

ujar Hero sambil menyiapkan posisi sepedanya. Veline dengan lincah duduk di bagian belakang sepeda. Sepasang tangannya sudah melingkar di pinggang Hero. Hero mulai mengayuh sepeda pelan-pelan menyusuri jalan kecil. Sepeda tua itu berderit-derit setiap kali rodanya berputar. Angin siang yang sepoi-sepoi membuat perjalanan terasa menyenangkan, meskipun Veline sesekali mengeluh.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

“Apa ada hal lain yang sejak dulu ingin kamu lakukan, tapi sampai sekarang belum tercapai?” “Em... apa, ya?” Jingga tampak berpikir sejenak. “Punya studio sendiri, bermain roller sport, sudah tercapai. Kalau yang belum... main sepeda dan mendaki gunung sambil berkemah.” Davin menatap wajah Jingga dengan lekat. “Mendaki gunung itu bukan sesuatu yang mudah. Kamu yakin ingin melakukannya?”
10220.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai jelajah sepeda
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Baca Semua Ulasan
Istri Kedua Tuan Farraz

Istri Kedua Tuan Farraz

Karena, di sekitar danau itu ada banyak sekali para wisatawan lokal maupun wisatawan luar sedang menikmati pemandangan indah ini. "Mas, sepertinya menyusuri kota ini akan lebih menyenangkan jika bersepeda," kata Shanaya. "Kau ingin bersepeda?" Shanaya mengangguk. Melelahkan jika menelusuri dengam berjalan kaki. "Ya sudah, kita sewa sepeda saja di sana. Ayo." Keduanya menyewa satu sepeda untuk menjadi kendaraan yang akan menemanu mereka menelusuri kota ini. Dengan perasaan riang gembira, Shanaya tidak berhenti mengucap kekagumannya pada kota ini.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Boss Baru itu Ayah Anakku

Boss Baru itu Ayah Anakku

Dengan perlahan Kemal mulai mengayuh sepedah, membawanya berkeliling desa menikmati pemandangan sawah disisi kanan kiri dan bukit yang ada didepannya. Caramel sangat senang, sudah lama sekali dia tidak merasakan hal ini. Karena terlalu merasa sangat senang, Caramel merentangkan tangannya. “Pegangan Mel, nanti lo Jatoh!” tegur Kemal yang masih berusaha untuk menyeimbangkan sepeda. Caramel tersenyum, “Iya-iya maaf!” Caramel sangat menikmati perjalanan bersepesahnya, walaupun semakin kesini jalan yang dia dan Kemal tempuh itu semakin rusak dan ada beberapa yang becek, Caramel tidak mempermasalahkan hal itu.
1031.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Jejak Dusta di Rumah Kita

Jejak Dusta di Rumah Kita

Sementara Jelita berangkat bersama dua anak mereka menggunakan travel karena diminta membantu persiapan acara pernikahan sepupunya. Cianjur menyambut Jelita dengan udara yang segar, berbeda jauh dari hiruk-pikuk Jakarta yang selalu ramai. Pemandangan pegunungan yang hijau terbentang luas di sepanjang jalan, memberi kesan damai yang mengundang rasa lega. Travel yang membawa Jelita bersama Bella dan Zaky melintasi jalan berkelok dengan pepohonan rimbun yang seakan menyentuh langit, memberikan rasa sejuk dan ketenangan sejak memasuki wilayah ini.
1020.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai jelajah sepeda
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

seru Kacamata Bundar penuh nada ketakutan, tanpa sadar mencengkeram kedua bahu Rella dengan kuat. Tanpa banyak cincong, Rella melajukan sepeda milik pembantu di rumahnya dengan bokong yang sudah menempel sempurna pada jok. Ia bak pembalap ulung dengan kecepatan di atas rata-rata, bahkan tubuh bagian atasnya maju, persis seperti pesepeda yang tengah berlomba mengejar baris terdepan. Stang sepeda dibelokkan ketika sampai di sebuah pertigaan, sempat melambaikan tangan di jalanan menuju ke arah rumahnya. "Bebas ...!" teriak gadis itu sangat keras ketika melewati sebuah jalanan menurun. Kedua kakinya merentang menjauhi pedal, menikmati sambutan angin yang terasa seperti menerbangkan tubuh.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai jelajah sepeda
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Kyuni Chan
Alhamdulillah, bisa double update lagi per hari. Yeay! Terjawab sudah pertanyaan di bab 15 wkwkwk. Hayuk, dibaca Sayangku, Cintaku, Readers terhormatku. Jangan sampai ketinggalan 😆❤ Love Regards, Kyuni Chan
Khoirul N.
Ceritanya unik dan lucu. Sangat menarik untuk dibaca. Sedikit saran kaka: 1. Bagian sinopsis kyknya perlu diperjelas kalo si tokoh panggilannya Rella. Agak yuut, pas liat nama Rella. Ini siapa? Oh, nama panggilannya. 2. Kasih enter agak jauh antarparagraf Kaka. Biar gk rempet, jd tmbah enak bacanya
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status