Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Casanova Insaf

Jerat Casanova Insaf

Ami memeluk Gendis erat sebagai ucapan terimakasihnya. ***** Gendis memasuki kamar kost yang berukuran tiga kali empat meter itu, dengan kamar mandi di dalamnya. Sebuah lemari kayu berukuran satu meter terletak di sudut ruangan tidak jauh dari jendela kamar. Di samping lemari terdapat kaca panjang yang terpajang di dinding dengan etalase kecil tempat alat-alat make up Gendis berada. Di sisi lain ada sofa bed yang Gendis beli dengan uang gaji terakhirnya bekerja di minimarket. Gendis memilih sofa bed yang bisa di lipat sekaligus sebagai tempat tidurnya agar ruangan kecil itu tidak terlihat padat jika sofa itu kembali beralih fungsi.
1059.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai jendela sudut kamar
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
me_Nanda
Terkadang cinta memang tdk memandang 'status',tapi status tsb yg sering membuat cinta menjadi 'jurang' bagi sebagian pasangan.Semoga Sakti bisa menjadikan 'jurang yg curam' terlihat menjadi 'jurang yg landai' dan bisa meyakinkan sekitarnya kalau Gendis memang yg terbaik utk Sakti
Enisensi Klara
Semoga lancar ya mas jambang niat baiknya untuk melamar Gendis , tapi kok pak satyo sangat mencurigakan ya gerak gerik nya ,jangan sampai dia penghalang terbesar hubungan Sakti dan Gendis #jangan ada konflik besar ya makk Chida ##piss##
Baca Semua Ulasan
Ketulusan Hati  Istri Yang Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Yang Tersakiti

Yuda menutup pintu kamar tidur tersebut dan meninggalkan Kelvin seorang diri. Karena malam ini ia benar-benar sangat kelelahan hingga sadar-sadar ia membuka matanya dan terkejut saat matahari sudah menampakkan diri. Hal itu dapat ia lihat dengan jelas karena sisi kiri dan kanan kamar tidur tersebut ada jendela berukuran besar dan hanya diberikan tirai yang dapat juga ditembus oleh cahaya matahari.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Jendelanya lebar-lebar dan besar, sehingga cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa menyinari seluruh isi bangunan. “Lantai satu ada kamarku dan kamar koki, cowok. Nah di atas baru kamar buat para cewek, dan yang ini kamarmu Citra.” Dadan mendorong salah satu pintu kayu hingga terbuka, menunjukkan bagian dalam sebuah ruangan yang letaknya di sudut. “Beneran ini kamar saya?” tanyaku takjub melihat ruangan yang disediakan.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

“Ini kamarmu.” Pandangan Summer menyapu setiap sudut ruangan. Tempat tidur, meja belajar, rak buku, hingga berbagai perabot lain telah tertata rapi, seolah kamar itu memang sudah lama menunggunya. Namun yang paling menarik perhatiannya justru pintu kaca geser di ujung ruangan. Dengan rasa penasaran, ia menghampiri lalu menggesernya perlahan. Embusan angin pagi menyentuh wajahnya.
10659 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

Hanya ada kasur berukuran queen, sofa kecil di dekat jendela besar yang langsung menghadap kerlip lampu kota, dan dapur bersih minimalis di sudut ruangan. ​Shaluna meletakkan kopernya di samping lemari, lalu berjalan lambat menuju jendela kaca yang besar. Ia menyandarkan keningnya di sana, menatap jalanan Jakarta yang mulai dipadati kendaraan di jam pulang kantor.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Para peserta langsung menyebar, masing-masing memilih pintu kamar yang tersedia. Kael memilih kamar di sudut paling ujung, tempat yang paling sepi, lalu melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya. Kamar itu cukup besar—dengan tempat tidur yang nyaman, meja dengan makanan dan minuman yang sudah tersedia, serta jendela besar yang menghadap ke langit malam. Kael berjalan menuju tempat tidur, lalu duduk di tepinya, menatap keluar jendela dengan tatapan datar.
1080.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa

Di sudut samping jendela besar, terdapat meja rias dengan pernak-pernik wanita lengkap dengan bunga-bunga segar di sudut-sudut kamar. Hhmm… Berpikir. Tapi aku harus melihat ruang yang lain. Dia kembali mengendap dan mengintip di celah pintu. Sebentar saja, tubuh lincahnya sudah berpindah ruang dengan gesit. Ini kamar tidur Tuan van Loen.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

lanjut Mama kepadaku. Mama lalu membukakan pintu kamar. Aku lantas masuk mengikuti langkah wanita paruh baya tersebut. Sebuah kamar yang lumayan lega, pikirku. Tak banyak perabot di dalamnya. Hanya ada ranjang ukuran king, meja dan kursi rias, lemari kayu dua pintu, dan sebuah toilet di pojok sana. Yang membuatku suka, kamar ini punya sebuah jendela yang meski pun hanya menghadap ke arah tembok bercat putih. Namun, setidaknya aku bisa membuka jendela tersebut untuk mendapatkan pergantian udara dari luar.
9.875.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Illegitimate Child

Illegitimate Child

Ya, kamar itu memang sudah di lengkapi lemari, tempat tidur, dan bahkan meja rias. Melihat pola dandelion di dinding dan titik-titik bintang di langit, Surtini menyengir lebar. Dia langsung menutup tirai jendela dan mematikan sakelar lampu. Benar saja, seperti halnya di luar, pemandangan langit malam dengan dandelion beterbangan juga ada di dalam kamar ketika lampu dimatikan.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
DARI SEKRETARIS JADI PEWARIS

DARI SEKRETARIS JADI PEWARIS

“Boleh silakan.” Adrina perlahan membuka pintu, menampakkan sebuah kamar dengan cat kuning dan jendela lebar dihiasi gorden berwarna gold. Semilir angin menembus dari balik fentilasi yang terbuka. Kamar ini lebih teasa menyejukkan daripada kamarnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai jendela sudut kamar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status