Imperfect Love
“Perfect as always. Jadi, nggak perlu hiraukan yang lain. Lagian, Hun, ini outbound. Kerjaanmu sebagai panitia nggak cuma duduk di belakang meja. Kalau kamu pakai baju ukuran S, terus angkat-angkat atau jongkok, bagian bawah bajumu pasti keangkat naik. Kamu mau, orang lain lihat badan kamu gratisan?”
“Nggak usah muna, deh,” Yasmen berdecak lalu menghempaskan bokongnya di tepi ranjang. Yasmen membuka kaosnya, dan menghempasnya begitu saja. “Mas Bee, kan, juga suka lihat cewek-cewek pakai baju seksi.”