Dimanja Tiga Majikan Cantik
Matanya membelalak lebar, lehernya menegang hingga urat-urat halusnya terlihat, dan mulutnya terbuka tanpa suara menahan sensasi kepenuhan yang tiba-tiba memenuhi rongga perut bawahnya.
Di bawah sana, aku bisa merasakan dinding dalam vaginanya bereaksi secara refleks. Otot-otot halusnya menjepit batangku dengan kekuatan yang luar biasa kencang, seolah mencoba meremukkan benda asing yang baru saja menginvasi wilayah terlarang itu.
"Shell, ayo cepet, goyang, goyangin lagi punyaku! Tapi rileks dikit, yaaa, ntar patah nanti punya aku, apalagi punyamu masih kedut-kedut jepit gini!"