Duka Cita
Karena bagi Cita, hanya Sandralah tempat ia bersandar dan bercerita semua hal dengan suka cita.
“Mbak Cit, saya ke pasar dulu, ya,” pamit Juju sudah membawa tas anyam plastik di tangan kanan. “Sarapan sama jusnya sudah ada di meja.”
Cita mengangguk, tanpa menoleh. Tetap menatap laptop, untuk mencari beberapa artikel yang dibutuhkan.
“Ada … yang mau dititip, Mbak?” tanya Juju sebelum benar-benar beranjak pergi.
인기 회차