Luna dalam Lara
Ia tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak ada kehangatan, hanya sebuah pengakuan yang dingin.
"Lidya sudah mati, Rizal," kata Luna, suaranya pelan, hanya didengar oleh Rizal. "Namaku Luna. Dan aku datang untuk menagih janji."
Sebelum Rizal sempat mengucapkan sepatah kata pun, Luna sudah berjalan melewatinya, menuju Tuan Sanjaya, yang menunggu dengan penuh antusias. Rizal berdiri sendiri, dihantam oleh kehadiran masa lalu yang kini berubah menjadi ancaman. Sementara itu, Damon mengawasi dari kejauhan, menatap Luna dengan kekhawatiran yang mendalam. Ia tahu, permainan sesungguhnya baru saja dimulai
Bab Populer