Jodohku Musuhku
“Tidak tahu, Mas. Pengiriman tadi katanya untuk Mas Arga. Itu saja!”
“Oh, ya sudah. Terima kasih banyak ya, Bik!”
“Iya, sama-sama. Permisi, Mas!”
Bibik Lusy keluar, Arga pun kembali menutup pintu dan membawa kotak tersebut.
“Apa itu, Arga?”
“Aku tidak tahu, nama pengirim juga tidak ada.” Arga menggoyangkan kotak tersebut hingga berbunyi klotak berkali-kali. Lalu Arga pun segera membuka kotak tersebut. Setelah membuka dengan hati-hati, ternyata isi kotak tersebut adalah sebuah foto dirinya dan berupa barang lainnya seperti bahan santet. Sontak Arga membuang kotak tersebut ke lantai dan berteriak.