Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan ART Keluargamu

Aku Bukan ART Keluargamu

Di dalam kamarnya, Narita menjadikan lembaran kertas berwarna merah yang punya nilai tinggi itu menjadi kipas dadakan. **** "Hoek ...! Kenapa tiba-tiba perutku merasa mual seperti diaduk-aduk? Kepala juga terasa berat," lirih Risa sambil memegangi kepalanya. Dengan sedikit sempoyongan, Risa berjalan menuju kamar mandi. Rasanya ingin mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya. Zein terbangun saat mendengar istrinya muntah-muntah di kamar mandi.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

bisik salah seorang teman di kursi paling belakang kepada teman yang lainnya. "Gak tau, gak tau. Nurut aja," saut teman yang ia bisiki. Tak lama pun, ustadzah mulai memasuki kelas. Dengan gamis indah dan hijab yang menutupi tubuh, ustadzah Kirana memasuki kelas. Seketika kondisi kelas hening, seluruh santriwati diam di kursinya masing masing. Para santriwati memenuhi perintah Kyra sebelumnya. Ustadzah Kirana terlihat senang, melihat santriwatinya siap untuk memulai pelajaran hari itu. Pelajaran pun dimulai, sepanjang pelajaran Kyra cukup aktif bertanya dan menjawab, anak itu memang cukup banyak bicara. Tak sedikit ustadzah disana yang dekat dengan Kyra. Ditambah Kyra banyak aktif di berbagai
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
KAKEK TUA itu SUAMIKU

KAKEK TUA itu SUAMIKU

Dulu ranjangnya dari besi, sekarang dari kayu. Aku mulai membaca lembar demi lembar dari buku itu. Kadang aku tersenyum sendiri dengan tulisan tangan dari Riska. Isinya hanya seputar perasaannya pada Tristan. Ah, lancang sekali aku membaca buku diary milik Riska. 'Inikah cinta untuknya? Inikah yang aku rasa? Untuknya—Tristan.' Kalimat terakhir yang Riska tulis dari buku itu. Pantas saja jika Tante Winarti waktu ditanya tentang perasaan Riska pada Tristan langsung dijawab dengan yakin jadi ini alasannya.
9.720.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 614 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

"Sedikit. Kenapa?" "Kerjain dulu ya, ntar aku nyontek dan diajarin sama kamu," ucap Citra sambil cengengesan. "Dasar." Mau tak mau Risa mengerjakan soal yang kemarin dan setelahnya mengajari Citra dengan penuh kesabaran. ***** "Risa." Risa menoleh dan tersenyum kepada Arjuna. "Hai Kak Juna." "Kamu mau kemana?"
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

(Rabu, 13 Mei 2017) "Eh, dip, mau kemana kamu?" Sahut kusma. "Eh kus, aku mau ke perpustakaan nih, biasalah aku nyari buku lagi buat paper aku." Jawabku dengan nada terburu-buru. "Eh bentar dong, nanti malem, bunga sama akasha mau ngajar dinner nih, do you wanna join?" Tanya kusuma dengan nada meledek. "Ah tidak usah, aku akan menghabiskan waktu malam ini di kamar sambil membaca buku dan bersantai. Lagian, I wanna save my pocket." Ucapku.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Tokyo Dai Roman

Tokyo Dai Roman

Lelaki itu langsung panik dan memalingkan muka, sambil sesekali menyeka hidungnya yang basah. “Lihat ‘kan? ingusnya saja sampai meleleh saking terpana melihat kecantikan Hatsuki-san.” kata si perempuan sambil tertawa lebar. Hatsuki hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya. Di tempat lain, Risa di kampusnya sedang asyik duduk di taman sambil melihat satu persatu orang yang lewat. Di tangannya terdapat sebuah sketch book dan pensil. Sembari menunggu jam kuliah selanjutnya, ia memang sering menghabiskan waktu di taman ini untuk menyalurkan hobinya. Ya, Risa sejak kecil memang pandai menggambar. Hanya saja, ia tak mendapat izin untuk memilih jurusan seni. Takaya malah mendorong Risa untuk ma
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Sora Takahashi
Halo~ Sudah lama sekali tidak update. Maaf author sempat menghilang selama beberapa tahun lamanya karena kesibukan kuliah dan kerja. Banyak sekali hal yang dilalui sampai tidak sempat untuk update cerita. Di tahun 2022, author diberi kesempatan untuk tinggal selama 1 tahun di Jepang, negara impian..
FETER GAMING
kenapa setiap melihat kebahagian arata aku ngerasa sdkt ada rasa sakit y. smga aja ini hnya perasaanku saja rapi aku tajin hasumi sdh bnar2 rela melepaskan sensei dan bner2 menyukai senpai. ah ga sabar nunggu next thor
Baca Semua Ulasan
Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

Wajahnya masih menampakkan keramahan. "Saya Saras, Bu. COO Dahayu, perusahaan tempat Jingga bekerja." Saras segera mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri. Riani menyambut dengan senang hati. "Terima kasih sudah datang menjenguk Jingga." Riani kini melirik putrinya. Tatapan perempuan itu meminta penjelasan mengenai kedatangan Saras. Ia bisa memahami soal Krisna, tapi kenapa atasannya yang lain jadi ikut muncul?
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

"Saya mengumumkan bahwa asisten riset utama untuk proyek jurnal internasional semester ini adalah Sari." Suara bariton Arya Pratama bergema di ruang seminar yang sunyi, memotong keheningan dengan otoritas yang tak terbantahkan. Ia berdiri di balik podium dengan kemeja abu-abu gelap yang lengannya digulung hingga siku, memancarkan aura intelek sekaligus dominasi yang membuat seisi kelas terpukau.
390 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Hamil anak siapa?

Hamil anak siapa?

lirik Raka. “Penasaran.” “Nanti juga tau.” Raka duduk di karpet, Risa berdecak lalu ke dapur untuk mengambil air mineral di botol yang sempat ia beli di minimarket. “Arkana kasih uang bulanan ke kamu juga, nggak, Sa?” “Kasih,” jawab Risa sembari duduk di atas karpet juga. “Tapi aku jadi malu. Apa aku kuliah sambil kerja, ya, Ka.”
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Pesona Janda Muda

Pesona Janda Muda

Sarkas gadis itu dengan menunjuk-nunjuk wajah Rasti. "Astaghfirullah, kamu apa-apaan sih Risa, sumpah aku hanya ngobrol dua kata bersama Kang Edi, dia hanya bertanya apa aku baik-baik saja." Belanya cepat, karena tidak terima dengan perkataan tetangganya itu. Ya gadis itu bernama Risa, sejak dulu Risa begitu benci kepada Rasti, karena Rasti lebih cantik darinya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai jurnal risa by risa saraswati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status