ARJUNA
"Siapa? Satu aja, yang paling kakak kagumi."
"Papi." Kak Lino menjawan singkat. Yang justru membuat Arjuna semakin bertanya. Kenapa harus papi?
"Kenapa?"
"Ketika kamu semakin dewasa, tokoh idola itu bukan sekedar aktor, artis atau seorang yang namanya dikenal sama dunia. Bukan seorang yang kamu kagumi doang, tapi kamu pernah berharap jadi dirinya dalam satu waktu." Kak Lino berhenti sejenak. Menghentikan mobil pada warung nasi goreng dan memesan lewat kaca mobil. "Walaupun Papi, tuh jorok, kalo kentut nggak pake bismillah, atau sering ngerumpi bareng bapak bapak komplek, dia itu seorang paling sendu yang pernah kak Lino kenal."
Hot Chapters