Rindu yang Lupa
"Kau harus berubah, Caca! Kau harus menemukan solusi agar semua ini berakhir!"
Seisi ruangan dipandang satu persatu, berharap ada ide yang nyangkut di kepalanya. Tangannya masih diletakkan di kepala, jari-jarinya mengapit helai-helai rambut. Lensanya menampung obyek dengan teliti. Meja penuh buku-buku, kotak polpen, laptop, cermin rias, handbody, make up jarang terpakai, cermin, ransel tergantung tanpa isi, handuk, setumpuk boneka di rak panjang, jendela sepaket dengan tirai dan satu buah lemari pakaian, matanya berhenti sejenak. Ia maju mendekat ruang persegi panjang yang didirikan secara vertikal. Pintunya dibuka. Pakaian-pakaian ditumpuk dengan warna acak dan lipatan berantakan dalam rak
Hot Chapters