Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Dia berpikir kata-kata apa yang pas untuk ia jawab. “Sulit bagiku memilih diantara keduanya, karena setiap yang kita punya selalu memiliki daya ketertarikan satu-sama lain. Memilih diantara dua pilihan? Bagiku jika bisa keduanya kenapa harus satu?” jawab Aavar dengan antusias. Awalnya pria itu tampak serius, tapi kenapa pas akhirnya mendadak mengesalkan? “Kan Kinar nanyanya satu Mas, buka keduanya. Kalo keduanya ya enak dong,” jawab Kinara menggeleng.
1049.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as kaca dua arah
Read
+Library
IZINKAN AKU MENDUA

IZINKAN AKU MENDUA

“Ck! Mau kutimpuk lagi?” “Jangan dong, Sayang.” Ray masih terkekeh namun kemuidan tiba-tiba saja tangan kirinya sudah berada di perutku. Mengusap-usap lembut perut rataku. Sementara tangan kanannya memegang setir. Aku menoleh menatapnya bingung. “Jika ayah Zayn menanam 2 benih di dua tempat yang berbeda. Maka aku akan menanam 2 benih di sini, di satu tempat yang sama,” lirihnya.
1065.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as kaca dua arah
Read
+Library
Di Antara Dua (Istri)

Di Antara Dua (Istri)

*maaf tak sengaja double update sebelumnya, mohon maklum. 🙏 Orientasi hidup itu adalah bisnis dan jika kau tidak melihat keuntungan dalam apa yang kau jalani maka sama sama saja dengan menjemput kerugian.
1065.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as kaca dua arah
Read
+Library
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

Satu dari arah utara ke selatan, satunya lagi dari arah selatan ke utara. Chab! Chab! Kedua panah menancap di pohon yang berdiri tegak di kanan dan kiri jalan setapak. Suro berhenti sambil melirik dua panah itu. Panah yang gagangnya dari bambu wulung itu sudah sangat dikenal dalam dunia persilatan. ”Wandasa..., jangan ngumpat kayak anak kecil!” ejek Suro. ”Ayo tunjukkan batang hidungmu, cepat!”
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as kaca dua arah
Read
+Library
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Serangan datang dari dua arah, cepat dan tidak sinkron, memaksa celah muncul. 2 lawan 1. Serangan dua arah itu sempat menekan. Nara datang dari depan dengan pola cepat dan tajam, sementara Kael bergerak dari samping dengan ritme yang sulit ditebak. Keduanya mulai memasukkan prana ke dalam serangan—pukulan jadi lebih berat, tendangan lebih tajam, dan tekanan di udara sekitar ikut berubah.
10879 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as kaca dua arah
Read
+Library
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Suara-suara muncul—tawa masa lalu, jeritan dari pertarungan, bisikan Kiara. “Aku tak mau melawan diriku sendiri,” ujar Arka, berdiri tegak. “Sayangnya, itulah hukum di sini. Jalur ketiga menguji apakah kau layak membawa dua jiwa sekaligus.” Arka mengepalkan tangan. Tubuhnya berpendar samar—di lengan kiri biru lembut, di kanan merah menyala. “Kalau kau bagianku… maka kau tahu aku tak akan mundur.”
4.2K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as kaca dua arah
Read
+Library
Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Kai menatap dengan seksama kedua lubang itu dan tidak menemukan keanehan di dalamnya. “Sepertinya sama saja! Aku tidak menemukan keanehan di dalam.” Kai menatap mereka yang sedikit ragu, “Tapi kalian bisa memberi pendapat masing-masing.” lanjutnya, memberi usul pada mereka. “Aku pikir yang sebelah kanan lebih baik!” saran Luka. “Aku yang sebelah kiri!” “Karena kalian sudah memilih, kini giliranku ya!” Kai menarik napas dalam-dalam, “Kita coba yang sebelah kiri, bagaimana?” lanjutnya sambil menatap mereka berdua.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kaca dua arah
Read
+Library
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Di hadapan mereka ada dua persimpangan jalan, ke kiri dan kanan, jalan itu membentuk huruf Y. Di tengah-tengahnya terdapat papan petunjuk yang terbuat dari papan kayu tua. Papan itu memiliki dua panah dalam satu tiang. Bertuliskan ‘Jalur Aman’ yang mengarah ke jalan di sebelah kanan. Dan ‘Dilarang Masuk!’ yang mengarah ke jalan di sebelah kiri. Tinggi papan itu hanya sebatas lutut orang dewasa. Rania dan Salsa spontan mengambil jalan ke arah kanan.
1045.8K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as kaca dua arah
Show Reviews (16)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Read All Reviews
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

Gagal misi pagi itu. Bocah umur dua tahun berlari ke dalam dekapan Aksara setelah sang bunda membukakan pintu untuknya. Seperti biasa, dua lelaki itu akan gelud di atas pembaringan. Sesekali Kenzi menjerit dan Aksara terkekeh karena puas menggoda jagoannya.
10156.7K viewsCompletedAdded to Library 6.1K Times as kaca dua arah
Show Reviews (27)
Read
+Library
Anggra
diluar nalar nih ceritany kk Lis..sekelas Daniel yg tampan dan tajir bisa dicuekin bahkn mngkin dselingkuhin..jrang² sih crita kk Lis yg istri slingkuh dbelkang suami...biasany jga suami yg mendua..pokoke cerita kk Lis slalu mmiliki wrna yg brbeda dr yg lain..semangat kk lis
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Niko menundukkan pandangannya padaku, sudut bibirnya sedikit terangkat, lalu menjawab, “Oke.” Akhirnya, setelah sekilas melirik Anto dengan tatapan datar, ia melangkah menuju tempat parkir. Kini, hanya aku dan Anto yang tersisa di pinggir jalan. Dia secara naluriah ingin mendekat, tapi aku tanpa suara melangkah mundur beberapa langkah, lalu berkata lembut, “Pak Anto, sebaiknya kita tetap menjaga jarak, kalau tidak nanti kita bisa tertangkap kamera paparazi.”
27.4K viewsCompletedAdded to Library 987 Times as kaca dua arah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status