Terjerat Pesona Mama Temanku
“Oke, begini aja, dari pada kita balik ke kota yang jauh dan nggak pasti bisa nemuin klinik atau rumah sakit cepat, mending kita cari villa di sini buat istirahat sebentar. Nanti kita obatin kakinya dulu, baru kalau perlu, aku bisa panggil bantuan.”
Sarah yang masih kesakitan, akhirnya mengangguk. Memang benar, perjalanan kembali ke kota bisa lebih melelahkan dan berisiko memperburuk kondisi kakinya yang terkilir. “Oke, tapi jangan lama-lama ya. Kita cuma istirahat sebentar.”
Adit membantu Sarah naik ke motor lagi dengan hati-hati. Kali ini, Sarah memeluk pinggang Radit lebih erat dari sebelumnya, rasa sakit di kakinya membuatnya enggan mengambil risiko terjatuh lagi.