Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Kalian tahu apa arti senja untuk kehidupan? Ya senja bagiku adalah dikala sesuatu yang bahagia tiba-tiba berubah menjadi duka. Semua orang menyukai senja dan semua orang selalu menunggu datangnysa senja. Namun tidak bagiku, aku tidak menunggu bahkan mengharapkan senja. Karena senja untuku adalah sebuah petaka yang dimana aku harus menyelesaikannya seorang diri.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

Sementara itu Nana mengoleskan salep ke satu tangannya dan mulai mengobati luka di sudut bibir Sendanu. “Kalau sakit bilang ya.” “Hm.” Nana begitu telaten saat mengobati luka Sendanu. Dari jarak sedekat ini dengan Nana, Sendanu bisa merasakan harum parfum yang dia pakai. Sendanu lagi-lagi juga terkunci di mata Nana yang ia akui kali ini kalau mata itu sangat indah. Semua orang juga mengakui kalau mata Nana sangat indah. Namun mata itu tak merespon, karena Nana yang tak bisa melihat.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Bab 13 Kututup mata untuk melihat air yang berada diujung sana Terasa bening namun jika disentuh akan berwarna biru Lalu kubuka kembali nyatanya hidup Didepanku, sebuah telaga hijau yang tak pernah disentuh Dikelilingi orang – orang yang seolah marah Dan aku tak tahu alasannya Kubiarkan itu berlalu dan kembali, sebuah telapak tangan yang masih terbuka
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Kali ini nada bicara Senja agak tinggi, mungkin dia sudah mulai lelah. Mau dalam keadaan apapun dan suasana hati bagaimanapun, Manda selalu tidak memasukkan semuanya dalam hati. Amanda menengadah menatap Senja. “Namamu bagus sekali, memang cocok dengan orangnya. Begitu berkilau, bersinar dan indah. Senja, adalah cahaya yang menyinari bumi, sisa-sisa matahari yang akan tenggelam dan terlihat begitu memukau.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Dibenci mertua karena tidak sederajat

Dibenci mertua karena tidak sederajat

Ceklek “Loe kenapa?” Tanya Farah yang kini malah terkejut melihat penampilan Senja yang bisa di katakan miris. Kantung mata menebal dan menghitam, jangan lupakan bekas air mata yang belum lama surut. Berapa lama sahabatnya itu menangis? Ditanya seperti itu Senja langsung memeluk Farah dengan erat. Ia butuh seseorang juga untuk berbagi cerita. “Saga... “ Gumamnya lirih sambil terus menangis.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Kakinya yang telanjang merasakan butiran pasir yang lembut, sesekali mengenai pecahan karang kecil. Ketika ia hampir kehilangan keseimbangan, sebuah tangan besar menangkap pergelangan tangannya. Rendra, Ia menarik Selin kembali. Tubuh Selin berputar dan menabrak dada Rendra. "Dapat," bisik Rendra pelan, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum tipis yang jarang ia perlihatkan. “Bagus! Tahan di situ!" teriak fotografer.
10806 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Sang Penjaga Narasi Adalah Sena, seorang gadis muda keturunan dari keluarga Nara di Long Beluah, yang bertugas menjaga monumen tersebut. Sena memiliki kemampuan unik; ia bisa membaca "jejak emosi" pada benda-benda tua. Suatu hari, saat sedang membersihkan meja monumen, ia merasakan getaran yang sangat kuat.
923 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Calistung bergegas membentangkan tongkat kayunya yang langsung memanjang dan bersinar keemasan. “Lindungi lingkarannya!” teriak Calistung. Rimba meloncat ke depan Senala, bersiap dengan jurus-jurusnya yang masih setengah matang. Namun di saat itulah, tubuh Senala melayang sedikit. Matanya terbuka. Mata hijau Senala tak lagi mata seorang gadis biasa. Ada kilatan zaman. Zaman kuno bak menyala di balik pupilnya. Dengan satu langkah, Senala mengangkat tangan.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Dewa Kalajengking berhasil mematahkan ajian milik Senopati Taraka. Dengan sorot mata yang menakutkan, Dewa Kalajengking mendongak menatap Senopati Taraka yang masih melayang di atasnya. Dia pun langsung meniupkan lima ekor kala putih kecil dari mulutnya. “Hufff!”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai kala senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status